Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Pemerintah China Rilis Film Covid-19

Jumat 22 Jan 2021 17:09 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Teguh Firmansyah

Dokter menggunakan pulse oxymeter untuk memeriksa saturasi oksigen pasien Covid-19  di Wuhan, Provinsi Hubei, China, 13 Februari 2020. Pulse oxymeter boleh saja dimiliki andaikan ada anggota keluarga yang bergejala Covid-19 ringan dan melakukan isolasi mandiri.

Dokter menggunakan pulse oxymeter untuk memeriksa saturasi oksigen pasien Covid-19 di Wuhan, Provinsi Hubei, China, 13 Februari 2020. Pulse oxymeter boleh saja dimiliki andaikan ada anggota keluarga yang bergejala Covid-19 ringan dan melakukan isolasi mandiri.

Foto: EPA
Film yang didukung pemerintah China menggambarkan kesuksesan atasi Covid.

REPUBLIKA.CO.ID, WUHAN -- China merilis film yang didukung pemerintah untuk menunjukkan kesuksesan dalam mengatasi virus Corona jenis baru yang pertama kali muncul di Wuhan. Proyek ini direncanakan untuk memperingati 76 hari penguncian di wilayah itu.

Film dokumenter "Days and Nights in Wuhan" menampilkan kontribusi dari 30 pembuat film. Mereka akan mencoba menggambarkan penderitaan dan pengorbanan yang dilakukan oleh 11 juta penduduk kota, staf medis, dan pekerja garis depan saat memerangi virus yang mulai menyebar di seluruh kota pada Desember 2019. Penguncian yang diberlakukan pada 23 Januari 2020, akhirnya diperluas ke daerah sekitarnya di Provinsi Hubei, mengurung sekitar 56 juta orang di rumah.

Film yang disutradarai Cao Jinling ini memulai debutnya di Wuhan dan dirilis secara umum di kota-kota China lainnya pada  Jumat (22/1). Belum ada keterangan untuk rencana menayangkannya di luar negeri.

"Kami ingin merekam perjalanan memerangi epidemi Covid-19 melalui film. Beberapa detail, termasuk perawatan yang intens, penantian yang cemas, perpisahan yang memilukan dan kelahiran kembali yang penuh harapan, mungkin menyentuh hati pemirsa," kata Cao seperti dikutip oleh CCTV.

Dalam trailer film tersebut, staf medis berulang kali mengungkapkan tekad mereka untuk mengatasi wabah tersebut. “Saya memiliki cinta yang membara untuk kampung halaman saya dan saya akan melakukan apa pun yang saya bisa untuk menyelamatkannya,” kata seorang pengemudi ambulans.

Film "Days and Nights in Wuhan" yang mendapatkan dukungan pemerintah terlihat jelas menggemakan pernyataan Beijing. Dialog yang dibawakan menunjukan bahwa tindakan yang diambil, termasuk penguncian, membeli waktu yang berharga bagi dunia untuk bersiap menghadapi pandemi.

Proyek ini adalah salah satu dari setidaknya tiga film dokumenter yang dirilis tentang penguncian Wuhan. Salah satunya film lainnya adalah "Coronation" oleh seniman aktivis Ai Weiwei.

Ai sekarang tinggal di luar negeri menyusul kampanye pelecehan oleh Partai Komunis yang berkuasa di China. Film ini telah ditolak oleh festival, teater, dan layanan streaming. Sutradara ini mengaitkan fenomena tersebut dengan ketakutan akan menyinggung partai yang berkuasa. Pemerintah mengatur film yang dapat ditayangkan di China dan film yang dapat ditayangkan di luar negeri.

sumber : AP/Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA