Sunday, 6 Ramadhan 1442 / 18 April 2021

Sunday, 6 Ramadhan 1442 / 18 April 2021

'Sangat Mungkin Saat Divaksin Bupati Sleman Sudah Terpapar'

Jumat 22 Jan 2021 14:17 WIB

Red: Indira Rezkisari

Proses penyuntikan vaksin Covid-19 kepada Bupati Sleman oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Ngemplak II di Sleman, Yogyakarta, Kamis (14/1). Bupati Sleman memastikan dirinya terinfeksi Covid-19 pada Kamis (21/1).

Foto:
Bupati Sleman yakini ia tidak terpapar Covid-19 dari vaksinasi.

Sri Purnomo mengatakan saat ini masih menjalani isolasi mandiri di rumah dinas dan berada dalam keadaan baik. "Alhamdulillah hari ini saya tetap sehat dan menjalani isolasi mandiri di rumah dinas," katanya. Sri namun mengakui, pada Selasa (19/1) malam sempat mengalami batuk-batuk dan suhu badannya naik pada angka 37,6 derajat.

Saat ini Bupati tetap menjalankan tugas-tugas pemerintahan via daring dari rumah. "Saya berterima kasih atas perhatian saudara-saudara pada kesehatan saya. Terima kasih juga atas doa dan dukungan saya agar cepat pulih dan dapat bekerja seperti biasanya," katanya.

Menurut informasi yang disiarkan di laman resmi Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat, vaksin Covid-19 akan membantu tubuh membentuk kekebalan terhadap virus penyebab Covid-19. Vaksin akan membuat tubuh memiliki suplai sel memori berupa sel limfosit T dan sel limfosit B yang mengingat cara untuk melawan virus corona tipe SARS-CoV-2.

Namun tubuh membutuhkan waktu beberapa pekan untuk menghasilkan sel limfosit T dan sel limfosit B, karenanya ada kemungkinan orang terinfeksi virus beberapa saat sebelum atau sesudah vaksinasi dan kemudian sakit karena vaksin tidak punya cukup waktu untuk memberikan perlindungan.

Epidemiolog dari Universitas Andalas Padang Sumatra Barat, Defriman Djafri, mengatakan, setidaknya butuh waktu 14 hari pascadisuntik vaksin agar antibodi atau kekebalan dalam tubuh terbentuk dengan maksimal. Oleh sebab itu, jangan sampai ada anggapan bila telah divaksin maka akan langsung kebal terhadap virus. Padahal, kinerja vaksin dalam tubuh juga memerlukan waktu.

Menurut Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia Provinsi Sumatra Barat itu pada intinya, meskipun vaksinasi telah dimulai penerapan protokol kesehatan tetap wajib harus dilakukan oleh masyarakat. Tidak cukup hanya memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak, Defriman menambahkan dua hal lain yakni membatasi mobilitas sosial serta menambah rutinitas mandi harus dilakukan agar lebih optimal.

Ia mengkhawatirkan program vaksinasi yang sudah dimulai membuat masyarakat jadi mengabaikan protokol kesehatan. "Jangan sampai yang ditakutkan epidemiolog itu seolah-olah vaksin ada, protokol kesehatan dilepas," kata dia, beberapa waktu lalu.

Secara pribadi, ia mengaku telah berkali-kali menyampaikan kepada masyarakat bahwa protokol kesehatan tetap wajib diterapkan mengingat pandemi belum berakhir. Jangan sampai harapan pandemi Covid-19 berakhir pudar hanya gara-gara masyarakat sudah tidak patuh protokol kesehatan dengan dalih vaksin sudah ada.

photo
photo
Infografis Anggota Keluarga Alami Gejala Covid-19 - (republika.co.id)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA