Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Studi Ungkap Sistem Kekebalan Meningkat Pulih dari Covid-19

Jumat 22 Jan 2021 12:49 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Gita Amanda

Ilustrasi Covid-19. Studi Universitas Rockefeller mengungkapkan para pasien yang pulih dari Covid-19 akan terlindungi dari virus, setidaknya selama enam bulan dan kemungkinan lebih lama.

Foto:
Pasien sembuh dari Covid-19 akan terlindungi dari virus setidaknya 6 bulan

‘Penumpang gelap’

Dikutip Science Daily, Jumat (22/1), pengamatan yang lebih dekat pada sel B memori mengungkapkan sesuatu yang mengejutkan. Sel-sel ini telah mengalami banyak mutasi termasuk setelah infeksi teratasi dan sebagai hasilnya antibodi yang jauh lebih efektif. Percobaan laboratorium selanjutnya menunjukkan kumpulan antibodi baru ini lebih mampu menempel erat pada virus dan dapat mengenali versi mutasinya.

“Kami terkejut melihat memori sel B terus berevolusi selama ini. Itu sering terjadi pada infeksi kronis, seperti HIV atau herpes, di mana virus bertahan di dalam tubuh. Tetapi kami tidak menyangka akan melihatnya dengan SARS-CoV-2, yang diperkirakan akan keluar dari tubuh setelah infeksi teratasi,” ucap Nussenzweig.

SARS-CoV-2 bereplikasi di sel tertentu di paru-paru, tenggorokan bagian atas, dan usus kecil. Sisa partikel virus yang bersembunyi di dalam jaringan ini dapat mendorong evolusi sel memori. Untuk melihat hipotesis ini, para peneliti telah bekerja sama dengan Saurabh Mehandru, mantan ilmuwan Rockefeller dan dokter di Rumah Sakit Mount Sinai. Dia telah memeriksa biopsi jaringan usus dari orang yang telah pulih dari Covid-19 rata-rata tiga bulan sebelumnya.

Tes menunjukkan tujuh dari 14 orang yang diteliti, adanya materi genetik SARS-CoV-2 dan proteinnya di dalam sel yang melapisi usus. Para peneliti tidak tahu apakah sisa-sisa virus ini masih menular atau hanya sisa-sisa virus mati. Tim tersebut berencana untuk mempelajari lebih banyak orang agar lebih memahami peran apa yang dimainkan oleh ‘penumpang gelap’ akibat virus dalam perkembangan penyakit dan kekebalan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA