Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Vaksinasi Nakes Wisma Atlet Ditargetkan Hingga 2-3 Pekan

Jumat 22 Jan 2021 12:27 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Esthi Maharani

Sejumlah tenaga kesehatan mendaftar untuk menjalani vaksinasi di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Jakarta, Rabu (20/1). Sebanyak 2.630 tenaga kesehatan di RSD Wisma Atlet Kemayoran menjalani vaksinasi COVID-19 secara bertahap. Vaksinasi terhadap para tenaga kesehatan ini diprioritaskan karena mereka bersinggungan langsung dengan pasien.  Republika/Putra M. Akbar

Sejumlah tenaga kesehatan mendaftar untuk menjalani vaksinasi di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Jakarta, Rabu (20/1). Sebanyak 2.630 tenaga kesehatan di RSD Wisma Atlet Kemayoran menjalani vaksinasi COVID-19 secara bertahap. Vaksinasi terhadap para tenaga kesehatan ini diprioritaskan karena mereka bersinggungan langsung dengan pasien. Republika/Putra M. Akbar

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Vaksinasi untuk seluruh tenaga kesehatan di Wisma Atlet masih berproses

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet Kol Laut (K) dr Tjahja Nurrobi mengatakan, vaksinasi untuk seluruh tenaga kesehatan di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran saat ini masih berproses. Tjahja menargetkan, vaksinasi ke keseluruhan tenaga kesehatan akan selesai dalam 2-3 pekan ke depan.

"Sejak pekan lalu itu, kita sudah memberikan vaksinasi untuk tenaga kesehatan dan ini akan tetap kita laksanakan sampai di 2-3 pekan depan," kata Tjahja dalam forum diskusi FMB 9, Jumat (22/1).

Ia mengatakan, ada sekitar 2.300 tenaga kesehatan di RSD Wisma Atlet Kemayoran yang divaksinasi. Namun, saat ini proses vaksinasi masih terus berjalan.

"Ada 2.300 tenaga kesehatan yang harus kita vaksinasi dan sudah dibantu dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI," katanya.

Tjahja juga berharap, masyarakat tidak memiliki kekhawatiran terhadap vaksin dan bersedia melakukan vaksinasi. Sebab, ia menilai vaksin yang telah mendapat izin BPOM RI dan Fatwa Halal dari MUI itu telah melalui uji coba dan penilaian yang panjang.

Baca juga : Dokter Paru Ungkap 5 Tingkat Derajat Keparahan Covid-19

"Sebenarnya, kita tidak perlu dirisaukan lagi karena sudah dilakukan survei dan uji coba dibantu oleh Biofarma dan kita sendiri, saya sendiri juga sudah melakukan vaksinasi Alhamdulillah tidak ada masalah," ungkapnya.

Ia juga mengimbau masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan dengan mematuhi tiga M untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 yang semakin meluas. Sebab, tingkat keterisian tempat tidur Rumah Sakit untuk penanganan Covid sudah semakin penuh, termasuk di RSD Wisma Atlet Kemayoran.

Tjahja Nurrobi mengatakan, tingkat keterisian tempat tidur (bed) di tower Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran saat ini telah mencapai 82,33 persen. Tjahja mengatakan dari 5994 bed yang tersedia saat ini sudah diisi 4935 pasien, atau artinya saat ini tersisa 1.059 bed.

"Bahkan di wisma atlet sendiri saat ini sudah kapasitasnya melebihi 80 persen per hari ini, tadi malam kita menerima kasus baru sebanyak 350 dan yang pulang 185," ujar Tjahja dalam forum diskusi FMB 9, Jumat (22/1).

Tjahja mengatakan, sejak Desember 2020, RSDC telah mempersiapkan penambahan kapasitas intermediate care (IMC) untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pasien Covid-19 pasca liburan akhir tahun. Saat ini, RSDC Wisma Atlet memiliki 94 IMC, 27 HCU dan 12 ICUm

Baca juga : Erick Thohir Optimistis Vaksinasi Perkuat Motivasi Nakes

Namun demikian, Tjahja mengatakan jika grafik kasus Covid-19 terus meningkat maka RSDC Wisma Atlet akan mempersiapkan penambahan tower 8,9 dan 10 Wisma Atlet Pademangan.

"Ini sudah kita siapkan sejak saat ini," kata Tjahja.

Untuk itu, saat ini RSDC tengah mempersiapkan perlengkapan maupun peralatan seperti tempat tidur pasien di Tower Wisma Pademangan. Begitu juga tambahan personel tenaga kesehatan.

"Tenaga Kesehatan tetap kita mintakan dari Kementerian Kesehatan untuk menambah dan saat ini kita jumlah personel yang ada di Wisma Atlet itu sekitar 2.600 terdiri dari 2.300 yang medis dan yang lainnya nonmedis, jadi dia kan tetap kita tingkatkan sesuai dengan peningkatan jumlah kasus," ungkapnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA