Jumat 22 Jan 2021 12:07 WIB

Relawan di Gunung Mas Temukan Bantuan Kedaluwarsa

Bantuan obat, makanan, pampers, dan pembalut diketahui sudah kedaluwarsa

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Esthi Maharani
Kawasan Gunung Mas Puncak dilanda banjir bandang.
Foto: dok. warga
Kawasan Gunung Mas Puncak dilanda banjir bandang.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR— Relawan di posko pengungsian banjir Gunung Mas, tepatnya di Kampung Rawa Dulang, Desa Tugu Selatan, Cisarua, Kabupaten Bogor menemukan obat, makanan, pampers, dan pembalut bantuan yang sudah kedaluwarsa. Agar tidak tersentuh warga, barang-barang tersebut dihancurkan dengan cara dibakar, direbus, dan ditimbun.

Salah seorang relawan yang ditemui Republika, Ratna (30 tahun) memerinci, barang-barang yang ditemukannya itu terdiri atas dua dus obat-obatan, empat dus makanan, dua bungkus pampers bayi, dan tiga renceng pembalut wanita. Dia mengatakan, barang kedaluwarsa tersebut didapatkan dari salah seorang penyumbang yang datang untuk memberikan bantuan pada Rabu (20/1) petang.

“Itu pertama kalinya masuk obat-obatan, malah pada expired, ada sekitar dua dus air mineral. Rata-rata isinya obat generik buat demam, batuk, darah tinggi, obat demam anak juga ada,” kata Ratna di posko Rawa Dulang, Kamis (21/1).

Selain obat generik, lanjutnya, para relawan juga menemukan obat suntik sebanyak 10 botol yang masing-masing berisi 4 mg. Bahkan, ditemukan juga obat penenang berjenis Tramadol.

Ratna mengatakan, rata-rata obat-obatan tersebut sudah kedaluwarsa selama satu tahun lamanya. Bahkan, ketika disentuh, obat yang berbentuk tablet langsung hancur menjadi butiran halus.

“Akhirnya kami bakar, rebus, dan dikubur. Tadinya mau dibakar semua, tapi lama-lama relawan di sini pada pusing kena asapnya,” tuturnya.

Hal yang sama juga dilakukan pada makanan, pampers, serta pembalut kedaluwarsa yang ditemukan di waktu yang sama.

“Kalau makanan ada roti, kue, permen, sekiranya ada empat kardus. Itu juga kami gunting-gunting dan kami bakar,” ucapnya.

Selain menemukan barang-barang kedaluwarsa, para relawan juga menyortir beberapa karung pakaian tidak layak pakai. Ketua Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan (FKP3) Daerah Bogor, Iwan Firdaus, yang menjadi penanggungjawab di Posko Rawa Dulang mengatakan, banyak pakaian yang sudah rusak dan bolong diberikan untuk para pengungsi.

“Kami sudah salurkan sekitar 30 karung yang masih bagus, sisanya sudah pada rusak, tidak layak pakai,” kata Iwan di lokasi yang sama.

Dia menambahkan, dengan banyaknya pakaian yang disalurkan, saat ini para pengungsi tidak lagi membutuhkan pakaian. Tak hanya itu, dia juga meminta masyarakat yang hendak memberi bantuan untuk memperhatikan kualitas barang yang akan diberi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement