Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Wapres Sebut Ada 3 Langkah Besar untuk Transformasi Wakaf

Jumat 22 Jan 2021 09:06 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi Tanah Wakaf

Ilustrasi Tanah Wakaf

Foto: dok. Republika
Wafak uang baru 0,14 persen dari potensi yang sebenarnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin menegaskan dibutuhkan tiga langkah besar yang fundamental untuk mendukung transformasi wakaf Indonesia menuju wakaf produktif atau wakaf uang nasional. Pertama, kata Ma'ruf, perlu dilakukan rekayasa ulang proses bisnis wakaf uang atau (business process reengineering).

"Kedua, menetapkan program strategis wakaf nasional yang perlu didukung para tokoh, ulama, dan elemen masyarakat," kata Ma'ruf melalui akun instagram resminya @kyai_marufamin, Jumat (22/1).
 
Ia meyakini langkah langkah tersebut dapat menambah nilai wakaf yang belum tergali secara optimal. Apalagi, saat ini wakaf uang saat ini nilainya jauh dari potensi wakaf semestinya.

Karena itu, ia juga menilai perlu juga gerakan potensi dan edukasi masyarakat. Salah satunya  dengan kampanye bersama dalam mengumpulkan wakaf uang.
 
"Agar masyarakat secara bersama-sama berwakaf dengan menyerahkan uangnya untuk dikelola dan hasilnya akan digunakan untuk mendanai program strategis wakaf nasional," ungkapnya.
 
Ma'ruf melanjutkan, tak kalah penting adalah melakukan digitalisasi pada setiap proses wakaf uang tersebut yang juga terkoneksi dengan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah nasional. Ma'ruf meyakini aabila semua langkah kunci dan faktor pendukungnya ini bisa dilakukan dengan baik, transformasi wakaf uang akan berjalan sesuai tujuan yang diharapkan.

"Hasilnya adalah pengelolaan yang mampu memobilisasi wakaf uang secara maksimal, investasi yang optimal, dan hasil manfaatnya untuk mengembangakan ekonomi masyarakat dan mendukung kegiatan sosial yang semakin luas," ungkapnya.
 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA