Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Perang Kimchi Berlanjut, Akademisi Korsel Angkat Bicara

Jumat 22 Jan 2021 06:30 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Reiny Dwinanda

Proses pembuatan kimchi, hidangan tradisional khas Korea Selatan. China berebut klaim dengan Korea Selatan tentang asal usul kimchi.

Proses pembuatan kimchi, hidangan tradisional khas Korea Selatan. China berebut klaim dengan Korea Selatan tentang asal usul kimchi.

Foto: EPA
Perebutan warisan budaya antara Korea dengan China soal kimchi masih berlanjut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Seorang aktivis sekaligus akademisi Korea Selatan yang terkenal menggunakan iklan untuk menepis klaim China tentang negara yang menemukan kimchi. Dia memasang iklan di The New York Times untuk mempromosikan kimchi sebagai kuliner Korea asli.

Profesor Seo Kyoung-duk dari Universitas Sungshin Seoul mengatakan, dia sengaja meluncurkan kampanye yang mengumumkan kimchi sebagai "makanan ikonik Korea" untuk membuat semua orang tahu, kimchi adalah milik orang Korea. Iklan tersebut ditayangkan di Times AS dan edisi internasional pada Senin.

Seo menyebut, dia merasa terdorong untuk memasang iklan sebagai tanggapan terhadap China yang dianggap sebagai asal mula hidangan sayuran yang difermentasi tersebut. “Influencer daring China, media berita yang dikendalikan negara, pejabat pemerintah, dan bahkan duta besarnya untuk PBB berusaha sekuat tenaga untuk mengambil alih kimchi sebagai sesuatu yang berbau China,” kata Seo kepada This Week in Asia.

Beijing belum lama ini memenangkan sertifikasi dari Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO) untuk pao cai, hidangan sayur acar dari Provinsi Sichuan di barat daya China. Pencapaian itu diberitakan Global Times, tabloid yang berafiliasi dengan Partai Komunis. People's Daily juga melaporkan bahwa pencapaian berstandar internasional untuk industri kimchi dipimpin oleh China.

Klaim itu dibantah oleh ISO yang mengklarifikasi bahwa sertifikasi itu untuk pao cai, bukan kimchi. Pao cai adalah hidangan sayur acar khas China, tetapi berbeda dari kimchi dalam metode persiapan dan bahan yang digunakan.

Pertengkaran kian meningkat pada awal Januari 2021 ketika duta besar China untuk PBB, Zhang Jun, mengunggah foto dirinya di Twitter sambil memegang nampan penuh kimchi. Dia mengajak pengikutnya untuk mencoba beberapa kimchi buatannya.

Video pembuatan kimchi yang diunggah oleh blogger asal China Li Ziqi dengan tagar #ChineseFood juga menambah pertengkaran daring dilengkapi kritikan video itu menghina budaya Korea.

Dikutip SCMP, China telah menghentikan influencer Korea Selatan setelah dia menambahkan emoji jempol ke komentar daring yang mengkritik China karena mengeklaim sebagai asal kimchi. Influencer yang dijuluki Hamzy, dikeluarkan dari situs mikroblog China Weibo dan situs berbagi video Bilibili. Kantor berita Yonhap mengatakan, semua unggahannya dihapus pada Selasa.

Perusahaan yang berbasis di Shanghai Suxian Advertising dan menjalankan akun video Hamzy serta toko daringnya mengatakan, pihaknya berencana untuk mengakhiri kontrak dengannya. Selain itu, juga menutup toko daringnya dan unggahannya.

Hamzy memiliki 2,9 pengikut di Weibo dan 1,3 juta pengikut di Bilibili. Pengguna internet China menyebut, dia telah menghina China dengan menunjukkan persetujuannya atas komentar anti-China.

“Jika saya harus mengatakan kimchi milik China untuk beroperasi di China, saya akan berhenti beroperasi di sana,” kata Hamzy melalui akun Youtube-nya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA