Sunday, 23 Rajab 1442 / 07 March 2021

Sunday, 23 Rajab 1442 / 07 March 2021

Penjelasan Dinkes Soal Bupati Sleman Kena Covid

Kamis 21 Jan 2021 22:21 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Teguh Firmansyah

Bupati Sleman bersiap melakukan proses vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Ngemplak II di Sleman, Yogyakarta, Kamis (14/1). DIY memulai vaksinasi Covid-19 secara serentak tahap pertama. Dan kali ini diprioritaskan untuk tenaga kesehatan.

Bupati Sleman bersiap melakukan proses vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Ngemplak II di Sleman, Yogyakarta, Kamis (14/1). DIY memulai vaksinasi Covid-19 secara serentak tahap pertama. Dan kali ini diprioritaskan untuk tenaga kesehatan.

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Bupati Sleman dilaporkan terpapar Covid sepekan setelah menjalani vaksin.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Bupati Sleman, Sri Purnomo, dinyatakan positif covid-19 setelah melakukan tes swab antigen dan PCR. Status ini memang berselang satu pekan setelah Sri menjadi salah satu penerima pertama vaksin di Kabupaten Sleman.

Namun, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo, membantah kalau kedua kejadian tersebut memiliki kaitan. Ia menegaskan, positifnya Sri Purnomo tidak ada kaitannya dengan program vaksinasi yang baru saja diikuti.

"Kondisi positif Bapak Bupati tidak ada hubungannya dengan pemberian Vaksin pada 14 Januari 2021 bersamaan dengan 10 tokoh Sleman saat peluncuran pelaksanaan vaksin di Kabupaten Sleman," kata Joko, Kamis (21/1).

Ia menekankan, mereka yang mendapatkan vaksin itu akan kembali mendapatkan vaksin kedua yang rencananya dilakukan 28 Januari 2021. Sehingga, Joko merasa, jika baru sekali diberikan vaksin memang belum akan memberi efek kekebalan.

Sebab, lanjut Joko, pembentukan antibodi belum memadai dan harus diberikan suntikan kedua yang akan membentuk kekebalan secara optimal. Karenanya, ia menegaskan, kondisi positif Sri bukan karena divaksin. "Justru, kalau sudah divaksin gejala Covid tersebut tidak akan terlalu berat dibanding bila belum divaksin," ujar Joko.

Joko menilai, Sri dimungkinkan tertular karena aktivitas yang tinggi dan bertemu banyak tamu. Saat ini, ia mengungkapkan, sudah dilakukan tracing terhadap istri dan anak-anak Sri Purnomo yang semuanya dinyatakan negatif. "Untuk besok pagi Jumat 22 Januari 2021 akan dilakukan tracing terhadap staf yang melakukan kontak erat dengan beliau di lingkup Sekretariat Kabupaten Sleman di Pendopo Parasamya," kata Joko.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA