Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

Bom Bunuh Diri di Pasar Baghdad, 23 Terbunuh

Kamis 21 Jan 2021 19:51 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Teguh Firmansyah

Bom Baghdad (ilustrasi).

Bom Baghdad (ilustrasi).

Foto: AP Photo/Karim Kadim
Dua orang yang mengenakan rompi meledakan diri di antara pembeli.

REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD -- Sebuah bom bunuh diri kembar menewaskan sedikitnya 23 orang dan melukai lebih dari 50 orang di pasar Baghdad pada Kamis (21/1). Peristiwa ini menjadi serangan pertama dalam beberapa tahun terakhir.

Pihak berwenang Irak tidak segera mengatakan pelaku yang berada di balik pemboman itu. Namun, peristiwa ini disebut sebagai insiden teroris, rujukan yang biasanya digunakan untuk serangan oleh ISIS.

Militer Irak mengatakan, dua penyerang yang mengenakan rompi bahan peledak meledakkan diri di antara pembeli di pasar yang ramai di Tayaran Square di Baghdad tengah. Kondisi ini membuat beberapa pengunjung pasar meninggal dunia.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri mengatakan, jumlah korban tewas setidaknya 23 orang. Diperkirakan jumlah akan terus meningkat karena beberapa orang yang terluka berada dalam kondisi kritis.

Sebuah video yang diambil dari atap dan diedarkan di media sosial menunjukkan ledakan kedua dari orang-orang yang berkumpul di daerah tersebut. Gambar yang dibagikan secara daring menunjukkan beberapa orang tampaknya meninggal atau terluka.

Pemboman bunuh diri jarang terjadi di ibu kota Irak sejak kekalahan kelompok militan ISIS pada 2017. Baghdad hampir tidak pernah menyaksikan serangan semacam itu sejak pasukan Irak dan koalisi yang didukung Amerika Serikat (AS) mengusir ISIS dari wilayah yang dikuasainya di Irak pada 2017. Ledakan bunuh diri terakhir yang mematikan di ibu kota Irak, juga di Tayaran Square, menewaskan sedikitnya 27 orang pada Januari 2018.  

ISIS tetap berada di Irak dengan melancarkan pemberontakan terhadap pasukan Bahgdad dan menyerang pejabat lokal di wilayah Irak utara. Pejabat pemerintah dan militer sekarang tidak menganggap ISIS mampu mengambil alih wilayah yang signifikan tetapi mengatakan akan terus melancarkan serangan yang mengancam stabilitas dan keamanan Baghdad.

Pasukan Irak terus memerangi militan ISIS yang tersisa dan bekerja untuk mengamankan perbatasan dengan Suriah. Wilayah perbatasan ini menjadi tempat kelompok tersebut sering memindahkan personel. Dwina Agustin/reuetrs

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA