Sunday, 23 Rajab 1442 / 07 March 2021

Sunday, 23 Rajab 1442 / 07 March 2021

Positif Covid-19 dari DPRD Kota Bandung Bertambah 25 Orang

Kamis 21 Jan 2021 16:12 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Yudha Manggala P Putra

Tabung cairan hasil tes usap Polymerase Chain Reaction (PCR). Ilustrasi

Tabung cairan hasil tes usap Polymerase Chain Reaction (PCR). Ilustrasi

Foto: Republika/Thoudy Badai
Kasus positif Covid-19 dari DPRD Kota Bandung bertambah 25 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sebanyak 25 orang terdiri dari anggota DPRD Kota Bandung, staf, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai outsourcing di lingkungan DPRD Kota Bandung terkonfirmasi positif Covid-19 usai diuji usap pada Senin (18/1) lalu. Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Bandung, Teddy Rusmawan dan Sekwan terpapar Covid-19.

Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Edwin Sendjaya mengatakan pada Senin kemarin dilaksanakan uji usap tahap dua kepada anggota dewan, staf, ASN di DPRD Kota Bandung. Salah seorang anggota dewan yang positif Covid-19 saat ini menjalani isolasi di rumah sakit sedangkan lainnya menjalani isolasi mandiri di rumah.

"Betul, kemarin Senin tanggal 18 Januari kita melaksanakan swab tahap kedua untuk anggota dewan dan staf, ASN di DPRD Kota Bandung kurang lebih 25 orang terkonfirmasi positif Covid-19 berikut staf berikut juga ASN, outsourcing," ujarnya saat dihubungi, Kamis (21/1).

Ia menjelaskan dari 25 orang tersebut, empat orang di antaranya anggota dewan. Dari keseluruhan yang positif, hanya satu orang yang memiliki gejala.

"Alhamdulillah semua tanpa gejala hanya satu yang sekarang menjalani isolasi di rumah sakit pak Erwin, yang lain di rumah," katanya.

Atas kondisi tersebut, Edwin mengatakan pihaknya memperpanjang masa penutupan sementara atau penghentian kegiatan di kantor DPRD Kota Bandung hingga Senin (25/1) mendatang. Sebelumnya, aktivitas pelayanan di kantor DPRD dihentikan sementara sejak Senin (11/1) hingga Sabtu (16/1).

"Sekarang diperpanjang sampai 25 Januari sambil melakukan sterilisasi dan disinfektan membersihkan kantor untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA