Thursday, 13 Rajab 1442 / 25 February 2021

Thursday, 13 Rajab 1442 / 25 February 2021

Penjelasan Telkom soal Perlindungan Data Pribadi Masyarakat

Kamis 21 Jan 2021 15:08 WIB

Rep: M Nursyamsi/ Red: Friska Yolandha

Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) atau Telkom Ririek Adriansyah memastikan pengembangan satu data yang dilakukan Telkom tidak akan menyalahi aspek perlindungan data pribadi masyarakat. Ririek menyebut data pengguna merupakan milik pemerintah yang selalu dijaga kerahasiaannya.

Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) atau Telkom Ririek Adriansyah memastikan pengembangan satu data yang dilakukan Telkom tidak akan menyalahi aspek perlindungan data pribadi masyarakat. Ririek menyebut data pengguna merupakan milik pemerintah yang selalu dijaga kerahasiaannya.

Foto: Pikist
Data pengguna merupakan milik pemerintah yang selalu dijaga kerahasiaannya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) atau Telkom Ririek Adriansyah memastikan, pengembangan satu data yang dilakukan Telkom tidak akan menyalahi aspek perlindungan data pribadi masyarakat. Ririek menyebut, data pengguna merupakan milik pemerintah yang selalu dijaga kerahasiaannya.

"Data apapun yang dikumpulkan di satu data itu milik pemerintah, tentunya dijaga kerahasiaan dan digunakan dengan aturan terkait perlindungan data pribadi," ujar Ririek saat Webinar 11th Kompas100 CEO Forum bertajuk: 'Let's Collaborate; Rising in Pandemic Era' di Jakarta, Kamis (21/1).

Kata Ririek, pemerintah maupun swasta memang dapat memanfatkan data tersebut tanpa harus membocorkan data pribadi pengguna. Ririek menegaskan, pemerintah sangat melindungi data pribadi masyarakat.

"Contoh untuk data pribadi tidak mungkin dikopi, tapi profilnya bisa saja dimanfaatkan," ucap Ririek.

Sebagai contoh, kata Ririek, perusahaan transportasi tidak akan mendapatkan data masyarakat yang beraktivitas menggunakan kendaraan serta jam dan jalan yang dilaluinya. Namun, lanjut Ririek, perusahaan transportasi bisa saja mendapatkan data mengenai volume kendaraan di sejumlah area dan jam tertentu.

"Itu analogi yang sama untuk profiling data yang lain tanpa melanggar perlindungan privasi," kata Ririek.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA