Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

10 Bulan Pandemi, Nakes Mulai Jenuh dan Lelah

Kamis 21 Jan 2021 13:02 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Agus Yulianto

Wali Kota Solo FX. Hadi Rudyatmo (kiri) didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo Siti Wahyuningsih (kedua kanan) meninjau kesiapan Fasilitas Kesehatan (Faskes) untuk vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Pembantu Semanggi, Solo, Jawa Tengah, Rabu (13/1/2021). Pemerintah Kota Solo akan melakukan vaksinasi COVID-19 tahap pertama pada 14 Januari dengan menunjuk 33 Faskes yang terdiri dari 17 Puskesmas, satu Klinik Bhayangkara dan 14 rumah sakit.

Wali Kota Solo FX. Hadi Rudyatmo (kiri) didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo Siti Wahyuningsih (kedua kanan) meninjau kesiapan Fasilitas Kesehatan (Faskes) untuk vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Pembantu Semanggi, Solo, Jawa Tengah, Rabu (13/1/2021). Pemerintah Kota Solo akan melakukan vaksinasi COVID-19 tahap pertama pada 14 Januari dengan menunjuk 33 Faskes yang terdiri dari 17 Puskesmas, satu Klinik Bhayangkara dan 14 rumah sakit.

Foto: ANTARA/Mohammad Ayudha
Tekanan yang cukup berat pun dirasakan oleh nakes yang bekerja di lapangan.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Pandemi Covid-19 sudah melanda Indonesia selama 10 bulan. Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, menyatakan, para tenaga kesehatan (nakes) mulai merasa jenuh dan lelah menangani kasus tersebut.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Solo, jumlah kasus penyebaran Covid-19 secara kumulatif hingga Rabu (20/1) mencapai 7.358 orang. Dalam dua hari yakni Selasa-Rabu (19-20/1), terdapat penambahan 303 kasus.

"Sudah 10 bulan kasusnya makin banyak, tingkat kejenuhan itu ada, lelah itu pasti, bisa dikatakan kerja terus, akhir tahun pun," kata Siti kepada wartawan.

Siti menambahkan, tekanan yang cukup berat dirasakan oleh nakes yang bekerja di lapangan. Seperti, melakukan pemantauan pasien karantina mandiri maupun yang melakukan penelusuran (tracing) kontak erat dan kontak dekat. 

Sebab, nakes tersebut kerap mendapat perkataan tidak menyenangkan dari masyarakat.

"Untuk yang di rumah sakit mungkin sifatnya personal, kalau teman-teman yang di lapangan yang melakukan pemantauan karantina terutama tracing ini tekanan luar biasa, kadang-kadang mendapat umpatan isi kebun binatang," ujarnya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA