Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Top 5 News: Mendikbud Tunda AN, Laskar FPI Dibawa ke Belanda

Kamis 21 Jan 2021 06:09 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Anggota tim penyidik Bareskrim Polri memperagakan adegan saat rekonstruksi kasus penembakan enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) di Karawang, Jawa Barat, Senin (14/12/2020) dini hari. Rekonstruksi tersebut memperagakan 58 adegan kasus penembakan enam anggota laskar FPI di tol Jakarta - Cikampek KM 50 pada Senin (7/12/2020) di empat titik kejadian perkara.

Anggota tim penyidik Bareskrim Polri memperagakan adegan saat rekonstruksi kasus penembakan enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) di Karawang, Jawa Barat, Senin (14/12/2020) dini hari. Rekonstruksi tersebut memperagakan 58 adegan kasus penembakan enam anggota laskar FPI di tol Jakarta - Cikampek KM 50 pada Senin (7/12/2020) di empat titik kejadian perkara.

Foto: ANTARA/M Ibnu Chazar
Kasus Pembunuhan Laskar FPI ke ICC Den Haag Belanda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kami memutuskan menunda pelaksanaan AN (Asesmen Nasional), kata Mendikbud Nadiem Makarim. Pengumuman Mas Menteri itu menjadi pernyataan resmi dari penundaan AN yang ditargetkan antara Maret-Agustus 2021, mundur menjadi September dan Oktober 2021.

Berita penundaan AN itu merajai daftar top 5 news Republika.co.id, Rabu (20/1). Sepanjang Rabu kemarin, tak hanya berita dari penundaan AN, tapi juga beberapa berita menarik masuk dalam daftar berita terpopuler, dua di antaranya soal kasus kematian Laskar FPI di KM 50.

a1. Kemendikbud Putuskan Tunda Asesmen Nasional

JAKARTA -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memutuskan menunda pelaksanaan Asesmen Nasional (AN). Sebelumnya, AN ditargetkan dapat dilakukan antara Maret-Agustus 2021, tapi sekarang dimundurkan menjadi September dan Oktober 2021.

 
 

"Karena ada situasi pandemi yang relatif meningkat, kami memutuskan menunda pelaksanaan AN. Target jadwal baru, yaitu September dan Oktober 2021," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, dalam Rapat Kerja virtual bersama Komisi X DPR RI, Rabu (20/1).

Mendikbud RI, Nadiem Makarim

Dia menjelaskan, Kemendikbud memutuskan menunda agar protokol kesehatan termasuk kebutuhan logistik dan infrastruktur di sekolah terpenuhi dengan baik. Kepastian keamanan di sekolah penting agar siswa dan guru tidak terganggu kesehatannya akibat pandemi.

"Kita menunda agar persiapan baik dari akselerasi vaksin harapannya sudah lebih mendalam, tapi juga memastikan protokol kesehatan terjaga dan ada cukup waktu untuk itu," kata Nadiem, menambahkan.

Baca berita selengkapnya di sini.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA