Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Komisi VI Dukung Penuh Erick Thohir Soal Vaksinasi

Rabu 20 Jan 2021 20:56 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Gita Amanda

Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kiri) didampingi Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury (kiri), Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo (kedua kanan) dan Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/1/2021). Rapat tersebut membahas pelaksanaan pembelian vaksin COVID-19.

Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kiri) didampingi Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury (kiri), Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo (kedua kanan) dan Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/1/2021). Rapat tersebut membahas pelaksanaan pembelian vaksin COVID-19.

Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA
Komisi VI meminta Kementerian BUMN dan Bio Farma melaksanakan pendistribusian vaksin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi VI DPR dari Fraksi PDIP Aria Bima mengatakan perlunya dukungan kepada Menteri BUMN Erick Thohir dalam pelaksanaan program vaksinasi. Aria menilai urusan vaksin kerap dilekatkan dengan Erick yang juga menjabat sebagai ketua pelaksana komite penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (KPCPEN).

"Perlu ada dukungan politik yang kuat, kita, Komisi VI akan memberikan dukungan," ujar Aria saat rapat kerja dengan Erick terkait realisasi anggaran hingga vaksinasi di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/1).

Dalam rapat tersebut, kata Aria, Komisi VI mengapresiasi realisasi anggaran Kementerian BUMN per 31 Desember 2020 yang sebesar Rp 260,13 miliar atau 97,65 persen dari pagu anggaran 2020 yang sebesar Rp 266,39 miliar.

Aria mengatakan Komisi VI DPR juga menerima penjelasan Erick terkait Dipa Kementerian BUMN perihal recofusing dan realokasi belanja pada 2021 yang menjadi Rp 228 miliar dari semula Rp 244 miliar.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA