Wednesday, 30 Zulqaidah 1443 / 29 June 2022

Tanda SOS di Google Maps tak Terkait Pesawat Sriwijaya

Kamis 21 Jan 2021 00:35 WIB

Red: Indira Rezkisari

Direktur Operasi Badan SAR Nasional (BASARNAS) Rasman MS memastikan tidak ditemukan apapun dari tanda SOS yang sempat muncul di area jatuhnya pesawat Sriwijaya Air.

Direktur Operasi Badan SAR Nasional (BASARNAS) Rasman MS memastikan tidak ditemukan apapun dari tanda SOS yang sempat muncul di area jatuhnya pesawat Sriwijaya Air.

Foto: EPA-EFE/ADI WEDA
Basarnas sudah cek lokasi SOS di Pulau Laki, tak temukan apapun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Operasi Badan SAR Nasional (Basarnas), Brigjen Rasman MS, membantah informasi soal penanda SOS yang muncul ketika mencari Pulau Laki di aplikasi Google Maps memiliki keterkaitan dengan pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Rasman menegaskan pihaknya telah melakukan pemeriksaan di lokasi tersebut dan tidak menemukan apa-apa di daerah tersebut.

"Tidak ada apa-apa di situ, sudah saya konfirmasi sama anggota tidak menemukan sesuatu," tegas Rasman di JICT II Tanjung Priok, Rabu (20/1).

Baca Juga

Terkait munculnya tanda itu di aplikasi Google Maps, Rasma mengatakan bisa saja terdapat skenario di mana nelayan yang dalam cuaca kurang baik berlindung di pulau tersebut. Lalu menggunakan ponsel pintar untuk memasukkan tanda tersebut.

"Biasanya nelayan itu senangnya dia kalau cuaca kurang baik dia akan berlindung di situ. Perahunya dinaikkan, mungkin dia main HP atau segala macam. Ya, bisa saja. Tapi kalau berkaitan dengan Sriwijaya tidak ditemukan," ujar Rasman.

Sebelumnya media sosial dihebohkan dengan tangkapan layar aplikasi peta yang memperlihatkan penanda bertuliskan SOS di Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Jakarta yang dekat dengan diduga lokasi jatuhnya Sriwijaya Air. Namun, ketika Antara memeriksa kembali aplikasi Google Maps pada pukul 20.00 WIB hari ini, penanda SOS itu telah menghilang dari peta.

Pesawat Sriwijaya Air bernomor register PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki. Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA