Wednesday, 17 Syawwal 1443 / 18 May 2022

Puting Beliung Waduk Gajahmungkur Efek Pembentukan Awan

Rabu 20 Jan 2021 20:00 WIB

Rep: Bowo pribadi/ Red: Esthi Maharani

Pemandangan Waduk Gajah Mungkur yang membendung Bengawan Solo, di Wonogiri, Jateng, Rabu (5/1).

Pemandangan Waduk Gajah Mungkur yang membendung Bengawan Solo, di Wonogiri, Jateng, Rabu (5/1).

Foto: ANTARA/Andika Betha
Puting Beliung Waduk Gajahmungkur efek dari proses pembentukan awan Cumulonimbus.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG—Munculnya angin puting beliung di atas perairan (waterspout) waduk Gajahmungkur, Kabupaten Wonogiri, Rabu (20/1) sore merupakan efek dari proses pembentukan awan Cumulonimbus.

Saat ini sel awan pembentuk awan Cumulonimbus memang terpantau cukup aktif di wilayah Selatan Jawa Tengah, termasuk di langit wilayah Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Kasi Data dan Informasi BMKG Kelas I Semarang, Iis Widya Harmoko yang dikonfirmasi mengatakan, pada dasarnya pembentukan awan tebal merata di wilayah Jawa Tengah. Demikian halnya pembentukan awan kumulonimbus, di selatan Jawa Tengah.

“Kebetulan terkait dengan fenomena puting beliung tersebut, terjadinya ada di Kabupaten Wonogiri, tepatnya di kawasan waduk Gajahmungkur,” ungkapnya, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Iis juga menyampaikan, UPT BMKG Stasiun Meterologi Ahmad Yani Semarang telah melakukan analisis terkait fenomena waterspout yang terjadi di kawasan waduk Gajahmungkur tersebut. Disebutkan bahwa kondisi dinamika atmosfer menunjukkan adanya sirkulasi siklonik di selatan Indonesia, yang memicu terbentuknya belokan angin dan pertemuan angin di beberapa wilayah di Jawa Tengah.

Kondisi tersebut didukung dengan masa udara yang labil serta kelembaban udara yang cukup tinggi dari lapisan bawah hingga lapisan atas, sehingga mendukung proses pembentukan awan hujan di Jawa Tengah.

“Tak terkecuali di wilayah Wonogiri yang sempat ditandai dengan munculnya puting beliung di atas permukaan air atau waterspout tersebut,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan, Indeks ENSO di NINO 3.4: -0.90 yang dapat mempengaruhi peningkatan hujan di wilayah Indonesia. Selain itu fenomena MJO aktif tetapi tidak cukup berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.

Berdasarkan pantauan dari Citra Satelit dan Radar, BMKG Ahmad Yani Semarang telah mengeluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrim dari Pukul 13.50 WIB dan telah di update pukul 16.25 WIB.

“Wilayah Wonogiri juga termasuk salah satu wilayah yang masuk dalam peringatan dini cuaca ekstrim tersebut,” tambah Iis.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA