Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Pemprov Jawa Tengah Inisiasi Percepatan Vaksinasi

Rabu 20 Jan 2021 19:07 WIB

Rep: bowo pribadi/ Red: Hiru Muhammad

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kiri) disuntik vaksin COVID-19 produksi Sinovac (CoronaVac) oleh vaksinator dokter senior spesialis penyakit dalam Zulfachmi Wahab (kanan) di RSUD Tugurejo, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (14/1/2021). Ganjar Pranowo mendapatkan suntikan pertama di Jawa Tengah untuk menandai dimulainya program vaksinasi massal di sejumlah daerah di Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kiri) disuntik vaksin COVID-19 produksi Sinovac (CoronaVac) oleh vaksinator dokter senior spesialis penyakit dalam Zulfachmi Wahab (kanan) di RSUD Tugurejo, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (14/1/2021). Ganjar Pranowo mendapatkan suntikan pertama di Jawa Tengah untuk menandai dimulainya program vaksinasi massal di sejumlah daerah di Jawa Tengah.

Foto: ANTARA FOTO/Humas Pemprov Jateng-Arif Slam
Percepatan yang dimaksud, dilakukan dengan penambahan vaksinator dan perbaikan sistem

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG--Jawa Tengah menginisiasi skenario percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap pertama. Dengan percepatan tersebut, diharapkan pelaksanaan vaksinasi dengan sasaran prioritas tenaga kesehatan (nakes) tersebut bisa rampung lebih cepat dari rencana awal.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, dengan skenario percepatan tersebut, maka vaksinasi tahap pertama dan kedua yang sudah diawali di tiga daerah sudah akan rampung pada 25 Januari 2021 mendatang.

“Skenario yang dimaksud, antar lain dilakukan dengan penambahan vaksinator dan perbaikan sistem,” ungkapnya, usai memimpin Rapat Desain Percepatan Vaksinasi di Jawa Tengah, yang dilaksanakan di lantai 2 Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Rabu (20/1).

Dari hasil pantauan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap pertama, gubernur menyampaikan sangat memungkinkan bagi Jawa Tengah untuk melakukan langkah- langkah percepatan vaksinasi.

Misalnya untuk fasilitas kesehatan (faskes) layanan seperti Puskesmas yang hanya melaksanakan 45 vaksinasi per hari dan hanya pada hari tertentu, sebenarnya masih memungkinkan untuk ditingkatkan lagi kapasitasnya.

Selain itu, kapasitas layanan vaksinasi di faskes level rumah sakit besr juga sangat memungkinkan untuk dioptimalkan lagi. “Maka dari hasil pemantauan di lapangan kemarin, Jawa Tengah berinisiatif untuk melakukan percepatan,” jelasnya.

Di sisi lain, masih kata gubernur, Dinas Kesehatan (Dinkes) juga terus mendorong penambahan tenaga vaksinator, karena jika melihat pelaksanaannya—masih terbuka untuk menambah SDM-nya.

Maka tenaga-tenaga pada layanan kesehatan pemerintah yang masih bisa dioptimalkan untuk mendukung penambahan SDM vaksinator terus dipersiapkan dalam rangka scenario percepatan tersebut.“Ternyata, kata mereka (SDM tenaga kesehatan) tidak terlalu sulit untuk menyuntikkan vaksin Covid-19 ini dan pada prinsipnya juga tak jauh berbeda dengan imunisasi suntik lainnya,” kata gubernur.

Lebih lanjut disampaikan, kalua semua itu bias dioptimalkan, maka kapasitas vaksinasi akan bias ditingkatkan lagi dan Dinkes Provinsi Jawa Tengah tinggal menyiapkan sarana dan prasarana (srpras) pendukungnya.

Terkait dengan skenario percepatan ini, gubernur juga mengaku saat ini masih terus berkomunikasi dengan Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin terkait pengiriman vaksin Covid-19 tahap II. Komunikasi tersebut dilakukan karena sangat berkaitan dengan penyusunan jadwal untuk mendorong percepatan vaksinasi di Jawa Tengah.

Bahkan, Jawa Tengah juga akan mengusulkan tambahan vaksin kurang lebih hingga sekitar 13 ribu penerima vaksin yang masuk dalam kategori SDM Kesehatan atau orang-orang yang bekerja di lingkungan rumah sakit dan fasilitas kesehatan.“Ternyata di Jawa Tengah tidak hanya nakes, sekarang kita naik pada SDM Kesehatan, maka seluruh yang bekerja di rumah sakit dan faskes layanan yang ada, semua juga mesti di vaksin,” katanya.

Artinya, masih ada kurang lebih 13 ribuan dari SDM kesehatan dan SDM pendukung layanan kesehatan yang belum terdaftar di Jawa Tengah. Maka hal itu menjadi dasar bagi Jawa Tengah untuk mengusulkan penambahan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA