Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Inggris Masih Enggan Longgarkan Lockdown

Rabu 20 Jan 2021 18:40 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

 Pejalan kaki berjalan di jembatan Millennium di London, Inggris, 05 Januari 2021. Inggris telah memasuki penguncian nasional terberat sejak Maret untuk membantu membendung gelombang meningkatnya kasus penyakit coronavirus (COVID-19) di seluruh negeri. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan pada 4 Januari malam bahwa akan ada penguncian nasional ketiga di Inggris. Peraturan tersebut, diharapkan akan tetap berlaku hingga pertengahan Februari, akan diajukan di parlemen pada 5 Januari dan akan dilakukan pemungutan suara pada 6 Januari.

Pejalan kaki berjalan di jembatan Millennium di London, Inggris, 05 Januari 2021. Inggris telah memasuki penguncian nasional terberat sejak Maret untuk membantu membendung gelombang meningkatnya kasus penyakit coronavirus (COVID-19) di seluruh negeri. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan pada 4 Januari malam bahwa akan ada penguncian nasional ketiga di Inggris. Peraturan tersebut, diharapkan akan tetap berlaku hingga pertengahan Februari, akan diajukan di parlemen pada 5 Januari dan akan dilakukan pemungutan suara pada 6 Januari.

Foto: EPA-EFE/FACUNDO ARRIZABALAGA
Pelonggaran lockdown di Inggris belum akan dilakukan dalam waktu dekat.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel mengatakan negaranya belum bisa berspekulasi tentang kapan penerapan karantina wilayah (lockdown) bakal diperlonnggar atau dicabut. Ia menyebut kondisi belum memperlihatkan apakah hal itu dapat dilakukan dalam waktu dekat.

"Kita masih dalam situasi berbahaya," kata Patel saat diwawancara Sky News pada Rabu (20/1).

Dia mengatakan kasus dan kematian akibat Covid-19 di Inggris masih terus meningkat. “Ketika kita masih melihat angka rawat inap, sekarang mencapai lebih dari 38 ribu orang, dengan jumlah orang yang masih meninggal akibat virus korona, dengan jumlah rawat inap yang terus meningkat, ini bukan saatnya berbicara tentang tindakan pelonggaran. Jalan kita masih panjang,” ujarnya.

Baca Juga

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Inggri Dominic Raab mengungkapkan pemerintahan saat ini sedang berupaya agar bisa mencabut peraturan lockdown secepat mungkin. “Pada awal musim semi, semoga pada bulan Maret, kami akan berada dalam posisi untuk membuat keputusan itu. Saya pikir benar untuk mengatakan kita tidak akan melakukan semuanya dalam satu ledakan besar," katanya saat diwawancara Sky News pada 17 Januari lalu.

 

Sejauh ini Inggris telah mencatatkan lebih dari 3,4 juta kasus Covid-19 dengan kematian melampaui 91 ribu jiwa. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA