Rabu 20 Jan 2021 17:20 WIB

Joe Biden Isi Kabinet dengan Orang-Orang Dekat

Joe Biden menunjuk banyak orang yang pernah bekerja dengannya.

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini
Presiden AS terpilih, Joe Biden
Foto: AP/Matt Slocum
Presiden AS terpilih, Joe Biden

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden sudah mengumumkan orang-orang yang akan mengisi jabatan menteri dan setara menteri di pemerintahannya. Mantan wakil Barack Obama itu menunjuk banyak orang yang pernah bekerja dengannya.

Berikut menteri dan pejabat setara menteri di pemerintahan Biden.

Baca Juga

Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA): William Burns

Burns menjaga sebagai deputi Menteri Luar Negeri di pemerintahan Obama. Ia juga berpengalaman selama tiga puluh tahun sebagai diplomat. Burns yang pernah menjadi Duta Besar AS untuk Rusia itu dinilai pakar Rusia dan Timur Tengah.

Jaksa Agung: Merrick Garland

Obama pernah mencalonkan Garland sebagai hakim Mahkamah Agung pada 2016 lalu. Tapi ketua Senat Mitch McConnell menolaknya karena saat itu pemilihan presiden sudah dekat.

Menteri Perdagangan: Gina Raimondo

Gubernur Rhode Island dan pengacara di Washington itu sukses menjalankan program pelatihan di negara bagian yang ia pimpin.

Menteri Tenaga Kerja: Marty Walsh

Mantan Wali Kota Boston tahun 2013 itu mendukung kebijakan upah minimum 15 dolar AS dan uang pesangon untuk keluarga. Ia berjanji untuk memperluas keanggotaan serikat buruh.

Menteri Luar Negeri: Anthony Blinken

Blinken adalah teman lama Biden. Ia menjabat Wakil Menteri Luar Negeri di pemerintahan Obama.

Menteri Keuangan: Janet Yellen

Mantan anggota dewan bank sentral Federal Reserve ini sangat fokus pada ketimpangan buruh. Ia akan menjadi perempuan pertama yang memimpin Departemen Keuangan AS.

Menteri Pertahanan: Lloyd Austin

sumber : Reuters

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِيْنَ لَا يَجِدُوْنَ نِكَاحًا حَتّٰى يُغْنِيَهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ ۗوَالَّذِيْنَ يَبْتَغُوْنَ الْكِتٰبَ مِمَّا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ فَكَاتِبُوْهُمْ اِنْ عَلِمْتُمْ فِيْهِمْ خَيْرًا وَّاٰتُوْهُمْ مِّنْ مَّالِ اللّٰهِ الَّذِيْٓ اٰتٰىكُمْ ۗوَلَا تُكْرِهُوْا فَتَيٰتِكُمْ عَلَى الْبِغَاۤءِ اِنْ اَرَدْنَ تَحَصُّنًا لِّتَبْتَغُوْا عَرَضَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗوَمَنْ يُّكْرِهْهُّنَّ فَاِنَّ اللّٰهَ مِنْۢ بَعْدِ اِكْرَاهِهِنَّ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Dan orang-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sampai Allah memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan jika hamba sahaya yang kamu miliki menginginkan perjanjian (kebebasan), hendaklah kamu buat perjanjian kepada mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa hamba sahaya perempuanmu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri menginginkan kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan kehidupan duniawi. Barangsiapa memaksa mereka, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang (kepada mereka) setelah mereka dipaksa.

(QS. An-Nur ayat 33)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement