Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Korban Longsor Kota Malang Ditemukan di Bendungan Sengguruh

Rabu 20 Jan 2021 15:01 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Andi Nur Aminah

Jenazah korban longsor yang terseret aliran sungai dibawa ke ruang forensik RSUD Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Rabu (20/1).

Jenazah korban longsor yang terseret aliran sungai dibawa ke ruang forensik RSUD Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Rabu (20/1).

Foto: Republika/Wilda Fizriyani
Tubuh korban ditemukan seorang warga yang tengah melintas di bendungan tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Jasad korban bencana di Kota Malang, Roland Sumarna (40) berhasil ditemukan di Bendungan Sengguruh, Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (20/1) pukul 06.30 WIB. Tubuh korban ditemukan seorang warga yang tengah melintas di bendungan tersebut.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Bagyo Setiono membenarkan adanya penemuan mayat di Bendungan Sengguruh. Jasad diduga bernama Roland yang berdomisili di Perumahan Griya Sulfat Inside, Kota Malang. Roland merupakan korban longsor yang terseret aliran sungai Bango, Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Senin (18/1).

Menurut Bagyo, jasad korban tidak sengaja ditemukan seorang pemulung bernama Kamiri. Kamiri langsung mengevakuasi korban dengan jaring lalu dibawa ke pinggir bendungan. "Dan setelah itu kami identifikasi dan kami duga itu jenazah Roland karena ada tahi lalatnya," kata Bagyo, Rabu (20/1).

Baca Juga

Jenazah korban langsung dibawa ke ruang forensik RSUD Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang untuk dilakukan autopsi. Jenazah tiba di ruang forensik RSSA sekitar pukul 08.38 WIB. Pada saat di lokasi, sudah ada beberapa keluarga yang menunggu jasad korban.

Sepupu korban, Ahmad Hariono membenarkan mayat yang ditemukan di Bendungan Sengguruh merupakan Roland. Ada beberapa ciri fisik yang sangat dikenal keluarga dari mayat tersebut. "Salah satunya tompel atau tahi lalat di sebelah kiri. Itu kita pastikan suadara saya, Roland," ucapnya kepada wartawan di ruang forensik RSSA, Rabu (20/1).

Setelah menyelesaikan proses autopsi di RSUD, jenazah akan dibawa langsung ke Jalan Sadang RT 9 RW 18 Bunulrejo, Blimbing, Kota Malang untuk dishalatkan. Kemudian segera dimakamkan di TPU wilayah Sukun, Kota Malang sesuai permintaan istri korban. Lokasi pemakaman ini dipilih lantaran istri korban berasal dari Kecamatan Sukun.

Sebelumnya, Roland dilaporkan hilang terseret arus Sungai Bango pada saat terjadi hujan deras di Kota Malang, Senin sore (18/1). Kepala BPBD Kota Malang, Alie Mulyanto mengatakan, korban saat kejadian tengah berusaha menyelamatkan motor pribadinya yang mulai terseret aliran air akibat hujan. Namun korban justru terpeleset lalu terbawa arus dan masuk ke Sungai Bango.

BPBD Kota Malang bersama para relawan langsung melakukan pencarian dengan menurunkan 20 personil. Jenazah korban baru bisa ditemukan dua hari kemudian di Bendungan Sengguruh. Hal ini berarti korban diperkirakan terseret aliran sungai sejauh 24 kilometer.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA