Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Gubernur Jabar Minta Daerah Buat Manajemen Vaksinasi

Rabu 20 Jan 2021 14:25 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Friska Yolandha

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meminta daerah membuat manajemen jelang vaksinasi Covid-19. Program vaksinasi harus disiapkan dengan matang agar tak timbul permasalahan saat pelaksanaan.

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meminta daerah membuat manajemen jelang vaksinasi Covid-19. Program vaksinasi harus disiapkan dengan matang agar tak timbul permasalahan saat pelaksanaan.

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Vaksinasi merupakan satu-satunya cara menekan angka kasus Covid-19 secara masif.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meminta daerah membuat manajemen jelang vaksinasi Covid-19. Program vaksinasi harus disiapkan dengan matang agar tak timbul permasalahan saat pelaksanaan. 

Emil, sapaan Ridwan Kamil, mengatakan, pemerintah daerah harus maksimal melakukan edukasi mengenai vaksinasi kepada masyarakat. Apalagi, banyak beredar hoaks dan provokasi mengenai vaksin Covid-19. 

"Jangan sepelekan hoaks dan provokasi di WA (WhatsApp)," kata dia di Tasikmalaya, Rabu (20/1). Ia menjelaskan, edukasi bisa dilakukan dengan memasang baliho di jalan-jalan protokol. Dengan begitu, masyarakat sadar akan pentingnya vaksinasi Covid-19.

Baca Juga

"Bisa pasang foto Pak Kapolda sebagai penyemangat. Foto saya juga boleh saat jadi relawan atau Pak Jokowi," kata dia.

Emil menegaskan, vaksinasi merupakan satu-satunya cara menekan angka kasus Covid-19 secara masif. Karenanya, program vaksinasi harus disiapkan dengan matang.

Ia menambahkan, manajemen vaksinasi juga harus disiapkan oleh pemerintah daerah. Sebab, berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan tahap pertama vaksinasi di Jabar, masih terdapat tenaga kesehatan (nakes) yang seharusnya divaksinasi tapi tak datang.

Karena itu, pemerintah daerah harus menyiapkan manajemen vaksinasi dengan benar. "Jadi bikin prosedur mereka yang akan disuntik dikabari dulu H-1 agar datang semua," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA