Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

AS Catatkan 400 Ribu Kematian Akibat Covid-19

Rabu 20 Jan 2021 11:46 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Christiyaningsih

Spanduk raksasa yang menggambarkan Presiden Trump pada dibawa ke depan kediaman Gubernur saat demonstrasi Liberate Minnesota di St. Paul, Minn, Jumat (17/4). Semakin banyak protes yang dipentaskan di seluruh Amerika Serikat untuk menentang peraturan yang menganjurkan dirumah saja saat masa pandemic virus Corona.

Spanduk raksasa yang menggambarkan Presiden Trump pada dibawa ke depan kediaman Gubernur saat demonstrasi Liberate Minnesota di St. Paul, Minn, Jumat (17/4). Semakin banyak protes yang dipentaskan di seluruh Amerika Serikat untuk menentang peraturan yang menganjurkan dirumah saja saat masa pandemic virus Corona.

Foto: Evan Frost / Minnesota Public Radio via AP
AS laporkan lebih dari 400 ribu kematian akibat Covid-19, Rabu (20/1)

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat (AS) telah melaporkan lebih dari 400 ribu kematian akibat Covid-19, Rabu (20/1). Sementara jumlah kasus sudah melampaui 24 juta.

Berdasarkan data yang dihimpun John Hopkins University, sejauh ini korban meninggal akibat pandemi di AS telah mencapai 401.362 jiwa. Sedangkan total kasus yang sudah tercatat sebanyak 24.233.759.

Terdapat enam negara bagian di AS yang telah mencatatkan lebih dari 20 ribu kematian akibat Covid-19. Mereka adalah New York (41.368 kematian), Kalifornia (34.073 kematian), Texas (33.032 kematian), Florida (24.436 kematian), New Jersey (20.512 kematian), dan Illnois (20.153 kematian)

Presiden terpilih AS Joe Biden telah meluncurkan proposal paket stimulus senilai 1,9 triliun dolar AS. Dana itu akan digunakan untuk memulihkan perekonomian dan mempercepat tanggapan Negeri Paman Sam terhadap pandemi Covid-19.

“Tidak sulit untuk melihat bahwa kita berada di tengah krisis ekonomi yang terjadi sekali dalam beberapa generasi dengan krisis kesehatan masyarakat yang terjadi sekali dalam beberapa generasi. Krisis penderitaan manusia yang mendalam sudah terlihat jelas dan tidak ada waktu untuk disia-siakan. Kita harus bertindak dan kita harus bertindak sekarang," kata Biden dalam pidatonya pada Kamis (14/1).

Dari stimulus tersebut, dana sebesar satu triliun dolar AS akan digunakan untuk bantuan langsung ke rumah tangga. Kemudian sebanyak 415 miliar dolar AS dialokasikan untuk mendukung tanggapan terhadap pandemi, termasuk vaksin Covid-19.

Sebanyak 440 miliar dolar AS lainnya dianggarkan untuk pelaku usaha kecil dan komunitas yang sangat terpukul oleh pandemi. Paket stimulus tersebut mencakup kenaikan upah minimum nasional menjadi 15 dolar AS per jam.

Asuransi untuk pengangguran juga meningkat dari 300 dolar AS menjadi 400 dolar AS per pekan. Asuransi pengangguran bakal diperpanjang hingga September mendatang.

Paket stimulus juga akan memberikan uang sebesar 1.400 dolar AS ke kebanyakan warga AS. Dana itu dapat dimanfaatkan untuk membayar sewa tempat tinggal atau berbelanja kebutuhan pokok.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA