Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Disdukcapil Bekasi Batasi Pelayanan Dokumen

Rabu 20 Jan 2021 11:30 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Virus corona (ilustrasi).

Virus corona (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Semua dialihkan ke online terkecuali legalisir untuk pendaftaran TNI/Polri.

REPUBLIKA.CO.ID, CIKARANG -- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat membatasi pelayanan dokumen administrasi kependudukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Bekasi Hudaya mengatakan semua pelayanan administrasi kependudukan, baik di kantornya maupun kios Gerai Cepat Sentra Grosir Cikarang dialihkan ke pelayanan daring.

"Semua dialihkan ke online terkecuali legalisir untuk pendaftaran TNI/Polri. Pengambilan dokumen juga kami tiadakan," kata Hudaya.

Dia menjelaskan pemohon dokumen kependudukan dapat mengakses layanan daring melalui website www.esiak.bekasikab.go.id serta layanan melalui aplikasi WhatsApp.

"Kami sudah sosialisasikan informasi ini, semua kami cantumkan nomor layanan WA yang dapat dihubungi pemohon," ucapnya.

Layanan tersebut, antara lain pemohon kartu keluarga, pindah datang, layanan Kartu Identitas Anak, validasi data Nomor Induk Kependudukan, akta kelahiran, kematian, perkawinan, dan perceraian, serta layanan pengaduan administrasi kependudukan. Kebijakan ini, kata dia, untuk mencegah penyebaran Covid-19 menyusul puluhan pegawai Disdukcapil Kabupaten Bekasi yang terkonfirmasi positif.

"Ada 33 mulai dari staf pelayanan, kepala seksi, kepala bidang, sampai sekretaris dinas bahkan ajudan dan sopir saya juga dinyatakan positif. Bersyukur hasil swab saya negatif, sementara saya membatasi untuk komunikasi tatap muka," katanya.

Hudaya menyatakan kebijakan 75 persen bekerja dari rumah dan 25 persen dari kantor tidak sepenuhnya bisa diterapkan pihaknya. "Pegawai WFO (bekerja dari kantor) yang sedianya kami tugaskan untuk melayani pelayanan online juga tidak semuanya bisa masuk karena sebagian positif Covid-19," ujar dia.

Hudaya memohon maaf kepada warga akibat terganggunya layanan ini. Dia menyatakan akan kembali membuka layanan setelah situasi membaik. Puluhan pegawai Disdukcapil terkonfirmasi positif setelah menjalani tes usap massal yang dilakukan pemerintah daerah setempat.

"Betul, pada pekan lalu kami lakukan tes usap. Langsung dilakukan penutupan kantor pelayanan," kata Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah.

Saat ini mereka menjalani perawatan di rumah sakit maupun isolasi mandiri. "Ada yang di rumah sakit, tapi kebanyakan mereka kategori orang tanpa gejala, isolasi di tempat terpusat dan rumah," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA