Saturday, 15 Rajab 1442 / 27 February 2021

Saturday, 15 Rajab 1442 / 27 February 2021

Beroperasi Lebih dari Seabad, LME Bakal Ditutup Permanen

Rabu 20 Jan 2021 11:06 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nidia Zuraya

London Metal Exchange (LME).

London Metal Exchange (LME).

Foto: wikipedia.org
LME menjadi patokan dalam menetapkan harga komoditas logam industri di pasar global.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Hampir setiap hari selama 144 tahun terakhir, para pedagang saling adu teriakan di lantai perdagangan London Metal Exchange (LME). Para pedagang ini saling berteriak dan memberikan gerakan tangan yang misterius untuk menetapkan harga logam dunia secara tradisional. 

Sekarang salah satu pemandangan paling ikonik ini mungkin tidak akan pernah kembali lagi. Pada Selasa (19/1) kemarin LME mengusulkan untuk penutupan permanen lantai perdagangan terbuka. LME akan beralih ke sistem perdagangan elektronik untuk menetapkan harga patokan dunia untuk komoditas logam industri.

Lantai perdagangan ikonik di LME yang dikenal sebagai 'The Ring' adalah salah satu yang terakhir di dunia, di mana transaksi masih dilakukan secara langsung. The Ring sendiri telah ditutup sejak lockdown Covid-19 pertama di Inggris pada Maret 2020.

Baca Juga

Para pedagang telah melakukan transaksi perdagangan komoditas logam di London sejak awal abad ke-19. LME secara resmi didirikan pada tahun 1877, dan lantai perdagangan The Ring bertahan hingga kini sebagai tempat untuk perdagangan logam selama masa Perang Dunia I dan II.

Jika rencana penutupan The Ring secara permanen jadi dilanjutkan hal tersebut kemungkinan akan menjadi pukulan bagi pialang kecil yang mengkhususkan diri dalam perdagangan logam. The Ring adalah pusat dari kegiatan bisnis para pialang kecil dan jantung komunitas perdagangan logam dunia sejak sebelum LME ada.

“Saya adalah salah satu dari pialang kecil yang jumlahnya terus menyusut yang masih sangat mendukung kelanjutan The Ring,” kata Michael Overlander, ketua pialang The Ring dari Sucden Financial Ltd seperti dikutip Bloomberg, Selasa (19/1). 

Chief Executive Officer LME Matthew Chamberlain mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa mekanisme perdagangan di LME perlu berubah seiring waktu. “Memang sulit dalam hal itu, tetapi kami tidak bisa membiarkan hal itu menghalangi apa yang kami yakini sebagai yang terbaik untuk 140 tahun ke depan,” katanya.

Pasar komoditas terkemuka lainnya, seperti New York Mercantile Exchange dan International Petroleum Exchange, di mana kontrak minyak acuan diperdagangkan, telah menutup lantai perdagangan terbuka mereka sejak beberapa tahun lalu.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA