Rabu 20 Jan 2021 11:06 WIB

Kim Jong-un Tuntut Kesetiaan dari Anggota Kabinet Baru

Kim meminta para anggota kabinet dan partai berkuasa melayani rakyat seperti dewa

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (tengah) hadir pada parade militer yang diadakan untuk memperingati Kongres ke-8 Partai Buruh Korea (WPK) di Pyongyang, Korea Utara, Kamis (14/1) . Dalam parade ini Korea Utara memamerkan kekuatan militernya dan  alutsista barunya.EPA-EFE/KCNA   EDITORIAL USE ONLY
Foto: KCNA
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (tengah) hadir pada parade militer yang diadakan untuk memperingati Kongres ke-8 Partai Buruh Korea (WPK) di Pyongyang, Korea Utara, Kamis (14/1) . Dalam parade ini Korea Utara memamerkan kekuatan militernya dan alutsista barunya.EPA-EFE/KCNA EDITORIAL USE ONLY

REPUBLIKA.CO.ID, PYONGYANG -- Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un menuntut kesetiaan dari anggota kabinet yang baru terpilih. Dalam sesi foto bersama, Kim meminta para anggota kabinet dan partai berkuasa untuk melayani rakyat seperti 'dewa'.

Rabu (20/1) kantor berita Korea Selatan (Korsel) Yonhap melaporkan Pyongyang baru saja menyelesaikan kongres Partai Buruh Korea yang berlangsung selama delapan hari. Selama Kongres, Kim melakukan reshuffle kabinet dan memaparkan rencana pembangunan ekonomi untuk lima tahun kedepan.

Baca Juga

Ahad (17/1) lalu Majelis Tertinggi Rakyat (SPA) Korut mengesahkan reshuffle kabinet yang dilakukan selama Kongres. Kantor berita Korut, KCNA melaporkan Kim 'yakin dan berharap mereka sangat menghormati dan menghargai gagasan mulia rakyat adalah Tuhan dan gagasan mengabdi pada rakyat'.

Kim juga menjabat tangan setiap anggota kabinet dan melakukan sesi foto bersama. Tampaknya ia ingin meletakan beban tujuan ekonominya ke kabinet.

Pada anggota kabinet yang bertanggung jawab pada urusan ekonomi, ia menekankan pentingnya 'kesetiaan dan keberanian' dalam upaya meraih rencana lima tahun yang ditetapkan di Kongres. Ia meminta mereka untuk membuat 'perubahan substansial' dengan cara yang berani.

Di Kongres partai, Kim mengungkapkan skema pembangunan ekonomi lima tahun yang fokus pada kemandirian dalam menghadapi pandemi virus corona dan sanksi-sanksi dunia yang dipimpin Washington. Ia menyerukan 'perjuangan lakukan atau mati' untuk mencapai rencana lima tahun itu.

KCNA melaporkan Kim juga melakukan sesi foto bersama dengan pekerja penerbitan dan percetakan, industri yang berkontribusi pada Kongres yang baru selesai.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement