Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Harga Daging Sapi Melonjak, Ini Penyebabnya

Rabu 20 Jan 2021 09:50 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Nidia Zuraya

Pedagang daging sapi melayani pembeli di kios daging Pasar Modern BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (19/1/2021). Pedagang daging sapi di kawasan Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) berencana akan melakukan mogok dagang daging sapi mulai Rabu (20/1) selama tiga hari sebagai protes kepada pemerintah karena tingginya harga daging sapi di pasar sejak awal tahun.

Pedagang daging sapi melayani pembeli di kios daging Pasar Modern BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (19/1/2021). Pedagang daging sapi di kawasan Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) berencana akan melakukan mogok dagang daging sapi mulai Rabu (20/1) selama tiga hari sebagai protes kepada pemerintah karena tingginya harga daging sapi di pasar sejak awal tahun.

Foto: MUHAMMAD IQBAL/ANTARA
Kenaikan harga daging sapi mulai terjadi sejak Juli 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masalah kenaikan harga pangan kembali terjadi pada komoditas daging sapi. Para pedagang daging sapi dikabarkan melakukan aksik mogok berdagang lantaran harga yang diterima terus mengalami kenaikan dan menggerus keuntungan dari penjualan.

Ketua Harian Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) Asnawi, mengatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan bersama Kementerian Perdagangan, APDI DKI Jakarta, serta Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) di Jakarta, Selasa (20/1).

Asnawi menjelaskan, kenaikan harga mulai terjadi sejak Juli 2020 dan terus berlangsung hingga Januari 2021. Rata-rata kenaikan mencapai Rp 13 ribu per kilogram (kg) untuk pembelian sapi bakalan impor dari Australia.

Baca Juga

Kenaikan itu terjadi karena para importir sapi sudah mendapatkan harga yang sangat tinggi dari Australia.

"Per Juli 2020 sudah pada posisi 3,6 dolar AS (Rp 50.400 kurs Rp 14.000) per satu kilogram bobot hidup sapi bakalan, dan harga per Januari 2021 sudah 3,9 dolar AS (Rp 54.600). Ini belum termasuk biaya-biaya bongkat muar pelabuhan dan transformasi angkutan," kata Asnawi dalam keterangannya kepada Republika.co.id, Rabu (20/1).

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA