Selasa 19 Jan 2021 23:39 WIB

Satgas Catat Angka Kesembuhan di Bangka 92,1 Persen

Angka kesembuhan di Bangka meningkat meski masih ditemukan kasus positif

Pasien terkonfirmasi COVID-19 menggunakan hak pilihnya pada Pilkada Bangka Tengah di Wisma Karantina, Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (9/12/2020). Sebanyak 11 pasien terkonfirmasi COVID-19 memberikan hak pilihnya dalam Pilkada Bangka Tengah.
Foto: ANTARA/Anindira Kintara
Pasien terkonfirmasi COVID-19 menggunakan hak pilihnya pada Pilkada Bangka Tengah di Wisma Karantina, Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (9/12/2020). Sebanyak 11 pasien terkonfirmasi COVID-19 memberikan hak pilihnya dalam Pilkada Bangka Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKA -- Satuan Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat angka kesembuhan pasien COVID-19 mencapai 92,1 persen atau 918 orang sembuh dari total 996 orang terpapar dan 12 meninggal dunia.

Juru bicara Satgas COVID-19 Kabupaten Bangka Boy Yandra di Sungailiat, Selasa, berharap angka kesembuhan terus mengalami peningkatan meskipun masih ditemukan kasus positif dengan angka yang tidak signifikan.

Menurut dia, sampai sekarang terdapat 66 pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang masih menjalani perawatan intensif baik di balai diklat provinsi di Kota Pangkalpinang maupun di mes Angrek dan mes Melati serta di rumah sakit daerah setempat yang disediakan pemerintah Kabupaten Bangka.

Ke 66 pasien COVID-19 yang masih menjalani perawatan kesehatan tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Bangka dengan jumlah terbanyak dari Kecamatan Sungailiat sebanyak 25 orang dan jumlah paling sedikit dari Kecamatan Bakam dan Belinyu masing-masing dua orang.

Boy Yandrajuga menyebut terdapat 12 orang pasien yang hari ini sembuh dan sudah pulang ke rumah masing-masing. Sementara pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di semua puskemas tercatat sudah mencapai 298 orang dari vaksin yang disediakan 1.780 ampul.

"Saya mengajak masyarakat mendukung vaksinasi COVID-19 guna mencegah penyebaran virus, vaksin ini cukup aman karena sudah mendapatkan izin darurat BPOM dan dari MUI," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement