Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Aroma Pandan Hebohkan Bengkulu, BKSDA Ungkap Sumbernya

Rabu 20 Jan 2021 03:50 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Kantong semar (Nepenthes clipeata). Kantong semar jenis Nepenthes mirabilis yang berbunga serempak dalam jumlah banyak menguarkan aroma seperti bau pandan. Aroma tersebut menghebohkan warga Bengkulu beberapa hari terakhir.

Kantong semar (Nepenthes clipeata). Kantong semar jenis Nepenthes mirabilis yang berbunga serempak dalam jumlah banyak menguarkan aroma seperti bau pandan. Aroma tersebut menghebohkan warga Bengkulu beberapa hari terakhir.

Foto: FB ANGGORO/ANTARA
Aroma pandan yang menghebohkan warga Bengkulu beberapa hari terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU -- Pejabat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu mengungkap sumber aroma pandan yang menghebohkan warga Kota Bengkulu sejak beberapa hari terakhir. Aroma tersebut rupanya mucul dari tanaman kantong semar yang banyak tumbuh di kawasan rawa Taman Wisata Alam (TWA) Danau Dendam Tak Sudah.

"Saat ini, kebetulan tumbuhan kantong semar jenis Nepenthes mirabilis itu berbunga serempak dan dalam jumlah banyak, jadi menimbulkan aroma seperti bau pandan yang tercium oleh warga sekitar," kata Kepala Unit (Kanit) Administrasi Satgas Polhut BKSD Bengkulu Sudarmawan, Selasa.

Sudarmawan menjelaskan, kawasan rawa-rawa, seperti di TWA Danau Dendam Tak Sudah, memang menjadi habitat tanaman kantong semar jenis Nepenthes mirabilis. Namun, selama ini populasi tanaman tersebut hanya sedikit dan tidak sebanyak sekarang, sehingga aroma yang dikeluarkan tidak terlalu kuat.

Sudarmawan memastikan, aroma pandan yang menguar dari tanaman tersebut tidak berbahaya bila dihirup manusia. Menurutnya, tanaman itu berbunga tidak lama dan yang menimbulkan aroma yang kuat itu hanya tanaman yang masih muda saja.

"Paling hanya sekitar satu minggu tahannya," ucapnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA