Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Investasi Elektrifikasi KRL Yogyakarta-Solo Capai Rp 1,2 T

Rabu 20 Jan 2021 04:30 WIB

Red: Nora Azizah

Investasi elektrifikasi Kereta Rel Listrik (KRL) Yogyakarta-Solo mencapai Rp1,2 triliun (Foto: ilustrasi)

Investasi elektrifikasi Kereta Rel Listrik (KRL) Yogyakarta-Solo mencapai Rp1,2 triliun (Foto: ilustrasi)

Foto: Prayogi/Republika.
KRL Yogyakarta-Solo ditargetkan beroperasi tahun ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Investasi elektrifikasi Kereta Rel Listrik (KRL) Yogyakarta-Solo mencapai Rp1,2 triliun. KRL ditargtekan akan beroperasi pada tahun ini.

“Anggaran pembangunan elektrifikasi Rp1,2 triliun dengan kontrak tahun jamak sejak 2019,” ujar Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Tengah Putu Sumarjaya dalam diskusi virtual yang bertajuk “Hadirnya KRL Yogya-Solo” di Jakarta, Selasa (19/1).

Anggaran tersebut untuk pekerjaan yang meliputi pengadaan peralatan dan scada, pengadaan bangunan sipil gardu, serta pekerjaan instalasi. Adapun untuk pekerjaan Listrik Aliran Atas (LAA) yakni material peralatan, instalasi, serta uji coba KRL.

Selanjutnya, pekerjaan modifikasi sinyal elektrik Yogyakarta – Lempuyangan dan penggantian persinyalan elektrik di Stasiun Solo Balapan yang elektrifikasi dilakukan sepanjang 60 kilometer jalur Yogyakarta – Solo meliputi 11 stasiun. Secara keseluruhan mulai 2019, dan bisa dioperasikan pada 2021.

"Dengan progres fisik mencapai 91 persen menyisakan pekerjaan finishing fasilitas pendukung operasi,” katanya.

KRL Yogyakarta – Solo akan menggantikan operasi kereta api Prambanan Ekspress atau Prameks yang bergerak dengan mesin diesel sejak 1994. Pembangunannya juga menjadi rencana induk kereta api dengan penggunaan energi listrik sebagai penggerak yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan. Dengan hadirnya 11 stasiun, diharapkan dapat menambah aksesibilitas dan memudahkan masyarakat sebab pada lintas KA Prameks hanya ada enam stasiun.

Adapun, sumber daya kelistrikan akan berasal jaringan daya dari lima sumber daya PT Perusahaan Listrik Negara (persero) yang didistribusikan ke delapan gardu listrik substastion. Pembagian daya dilakukan untuk mengantisipasi gangguan daya di sebuah stasiun sehingga masih ditanggulangi oleh sumber daya di PLN

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA