Thursday, 13 Rajab 1442 / 25 February 2021

Thursday, 13 Rajab 1442 / 25 February 2021

Sejumlah Tugas Penting bagi Sekda DKI Telah Menanti

Selasa 19 Jan 2021 20:04 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Muhammad Hafil

 Sejumlah Tugas Penting bagi Sekda DKI Telah Menanti. Foto: Marullah Matali.

Sejumlah Tugas Penting bagi Sekda DKI Telah Menanti. Foto: Marullah Matali.

Foto: Dok Kominfotik Jaksel
Sekda DKI akan menghadapi sejumlah tugas penting.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta terpilih, Marullah Matali baru saja dilantik kemarin, Senin (18/1). Menurut Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mujiyono, ada sejumlah tugas menanti Marullah, khususnya terkait penanganan pandemi Covid-19 di Ibu Kota.

"Menekan jumlah pertambahan covid, penanganan pandemi dan sekaligus penanganan perekonomian DKI," kata Mujiyono saat dihubungi Republika, Selasa (19/1).

Mujiyono menyebut, Pemprov DKI juga perlu mengambil langkah untuk menambah kapasitas kamar isolasi mandiri maupun ICU bagi pasien Covid-19. Selain itu, jelas dia, program vaksinasi perlu dikampanyekan dengan lebih baik. Tujuannya, agar melawan kontra narasi yang dibangun untuk menolak program vaksinasi yang dicanangkan pemerintah.

"Berikan prioritas vaksin bagi tenaga kesehatan dan kelompok usia rentan, khususnya di daerah dengan tingkat penularan Covid-19 yang sangat tinggi," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi. Ia menyebut, salah satu tugas Marullah sebagai Sekda DKI di masa pandemi Covid-19 ini adalah memastikan semua struktur yang ada, bahkan hingga RT dan RW dapat efektif bekerja menangani virus corona.

"Kan sudah ada strukturnya ya, sampai kepada RT/RW kan. Sehingga itu mengefektifkan bagaimana supaya organisasi atau struktur yang terkait dengan penanganan covid ini bisa dipastikan berjalan dengan baik. Juga termasuk hal-hal yang sifatnya sosial," kata Suhaimi.

Menurut dia, dampak dari pandemi Covid-19 ini secara sosial cukup banyak. Termasuk juga dampak secara ekonomi. "Itu juga dipastikan tertangani dengan baik," tuturnya.

Meski dia menilai tugas Marullah sebagai Sekda DKI saat ini cukup berat, tapi hal itu dapat diatasi dengan menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh pihak. Terutama komunikasi antar Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

"Tentu di masa pandemi ini tugas berat sudah menunggu, dan juga tidak pandemi saja tentu saja juga berat ya. Tapi berat itu ketika dilakukan dan dilaksanakan dengan ketulusan, kemudian dilaksanakan dengan berbagi tugas kepada seluruh SKPD, maka akan menjadi ringan," ucapnya.

Politikus PKS itu pun menyarankan Marullah untuk segera merapikan koordinasi ke seluruh SKPD. Sebab, menurut Suhaimi, jabatan Sekda memiliki peran penting setelah gubernur dan wakil gubernur dalam melakukan koordinasi dengan berbagai stakeholder.

"Jadi sudah otomatis membawahi itu semuanya, maka kekuatan koordinasi, kekuatan sinergi kepada seluruh stakeholder di DKI ini saya kira sebuah keniscayaan. Terus bangun komunikasi yang baik dengan DPRD, Forkopimda, itu harus dibangun dengan baik dan bukan hanya internal, tapi juga eksternal itu harus dibangun sinerginya. Termasuk kepada umat, kepada para ulama itu harus juga harus dibangun sinerginya," papar dia.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga berharap, agar Marullah dapat menjalankan amanat baru sebagai Sekda. Sebab, kata Anies, tugas yang diemban oleh Marullah bukanlah tugas yang ringan. Terutama saat masa krisis di tengah pandemi Covid-19.

"Kepada Sekda yang baru dilantik, kita masih dihadapkan dengan situasi krisis kesehatan karena Covid-19. Pemprov DKI juga harus bisa mengembalikan kondisi kesehatan-perekonomian yang melemah agar kondisi sosial warga Jakarta bisa berjalan dinamis pada hari-hari ke depan," kata Anies dalam keterangan tertulis resminya, Senin.

Selain itu, sambung dia, Marullah juga diminta bisa memastikan koordinasi antar lembaga pemerintahan di DKI Jakarta berjalan dengan baik. Kemudian, di satu sisi, Pemprov DKI Jakarta ingin mengejar semua target terkait pembangunan yang sudah ada.

"Baik di RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), maupun di KSD (Kegiatan Strategis Daerah) maupun di semua arahan-arahan yang terkait dengan pembangunan harus dijalankan dengan sebaik-baiknya dan dalam tempo sesuai dengan rencana. Di sisi lain harus membangun suasana kerja yang kolaboratif," jelas Anies.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA