Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Pakistan Keluarkan Izin Darurat Vaksin Covid-19 Asal China

Rabu 20 Jan 2021 00:05 WIB

Red: Nora Azizah

Pemerintah Pakistan, pada Senin (18/1), mengeluarkan izin penggunaan darurat (EUA) untuk vaksin COVID-19 buatan Grup Farmasi Nasional China Sinopharm (Foto: ilustrasi)

Pemerintah Pakistan, pada Senin (18/1), mengeluarkan izin penggunaan darurat (EUA) untuk vaksin COVID-19 buatan Grup Farmasi Nasional China Sinopharm (Foto: ilustrasi)

Foto: EPA
Pakistan juga tetap akan membeli vaksin dari farmasi lainnya.

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD -- Pemerintah Pakistan, pada Senin (18/1), mengeluarkan izin penggunaan darurat (EUA) untuk vaksin COVID-19 buatan Grup Farmasi Nasional China Sinopharm. Juru bicara Badan Pengawas Obat-Obatan Pakistan (DRAP), dua hari sebelumnya juga mengeluarkan izin untuk vaksin COVID-19 buatan AstraZeneca dan Oxford University.

Kementerian Kesehatan Pakistan mengatakan, pihaknya  masih berupaya membeli vaksin dari perusahaan farmasi lainnya. Sementara, dua vaksin yang telah mendapatkan izin sudah dievaluasi keselamatan penggunaan dan kualitasnya.

"Dua vaksin COVID-19 telah mendapatkan izin EUA dengan ketentuan tertentu," kata juru bicara DRAP, dilansir dari reuters, Selasa (19/1).

Baca Juga

DRAP juga menjelaskan, pihaknya akan terus mengevaluasi penggunaan vaksin secara berkala, yaitu setiap empat bulan. Hal itu demi memperoleh data lebih lengkap mengenai aspek keselamatan, kemanjuran, dan kualitas vaksin.

Menteri Kesehatan Pakistan, Faisal Sultan, mengatakan, sepanjang akhir pekan lalu pihaknya telah membangun komunikasi dengan beberapa pembuat vaksin COVID-19.

Pakistan kemungkinan jyga akan membeli sekitar puluhan juta dosis vaksin COVID-19 karena ada kesepakatan pembelian dengan CanSino Biologics Inc.

Vaksin COVID-19 buatan CanSino, Ad5-nCoV, telah mendekati ujung tahapan uji klinis tahap III di Pakistan. Hasil evaluasi sementara untuk Ad5-nCoV kemungkinan akan keluar pada pertengahan Februari 2021.

"Namun, Pakistan belum mengumumkan rencana pembelian vaksin tersebut," ujar Sultan.

Sultan menjelaskan, vaksin kemungkinan akan diberikan gratis untuk warga Pakistan. Namun, perusahaan swasta akan diperbolehkan mengimpor dan menjual vaksin saat barangnya tersedia.

Otoritas setempat, pada Senin, melaporkan, ada 1.920 kasus positif baru dan tambahan 46 korban jiwa. Hingga kini, jumlah keseluruhan pasien positif COVID-19 melampaui angka 521.212 dan hampir 11.000 di antaranya meninggal dunia.

sumber : Reuters/Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA