Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Apa Kabar Merger Bank Syariah Anak BUMN Saat Ini?

Selasa 19 Jan 2021 13:56 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Fuji Pratiwi

Ketua Project Management Office (PMO) Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN Hery Gunardi saat mengikuti Webinar Sharia Economic Outlook Ekonomi Syariah Indonesia 2021 bertajuk “Sharia Economic Outlook Ekonomi Syariah Indonesia 2021”, Selasa (19/1).

Ketua Project Management Office (PMO) Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN Hery Gunardi saat mengikuti Webinar Sharia Economic Outlook Ekonomi Syariah Indonesia 2021 bertajuk “Sharia Economic Outlook Ekonomi Syariah Indonesia 2021”, Selasa (19/1).

Foto: Dok. Bank Syariah Indonesia
Menjelang akhir 2021, integrasi keseluruhan diharapkan bisa terlaksana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Legal merger tiga bank syariah anak usaha BUMN, BNI Syariah, Mandiri Syariah, dan BRI Syariah tinggal menghitung hari. Pada Februari mendatang, tim manajemen berharap, kelahiran Bank Syariah Indonesia sudah bisa dideklarasikan.

Ketua Project Management Office (PMO) Bank Syariah BUMN Hery Gunardi menyampaikan, proses penggabungan berjalan dengan lancar. "Ini proyek yang sudah kita mulai sejak Maret dan berproses hingga titik hari ini, tentunya 1 Februari 2020 bisa kita deklarasikan sebagai lahirnya Bank Syariah Indonesia," kata Herry dalam Webinar Syariah Outlook Ekonomi Syariah Indonesia 2021, Selasa (19/1).

Hery mengatakan, saat ini tim manajemen sedang menunggu surat izin merger dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diharapkan akan diterima pada pekan ini. Juga menunggu proses pengesahan nama baru menjadi Bank Syariah Indonesia dari Kementerian Hukum dan HAM disertai dengan logo baru BSI.

Baca Juga

Ia memastikan, proses merger berjalan baik. Termasuk, upaya integrasi yang akan berjalan direncanakan hingga 31 Oktober 2021. Menurut rencana integrasi, setelah legal merger akan ada tiga cabang pilot yang akan melayani nasabah, disertai beberapa produk baru.

Ketiga cabang pilot, di antaranya, Bank Syariah Indonesia KC Tangerang BSD City (ex-BRI Syariah), Bank Syariah Indonesia KC Jakarta Barat (ex-BNI Syariah), dan Bank Syariah Indonesia KC Jakarta Hasanudin (ex-Bank Syariah Mandiri). Sejumlah produk baru yang bisa diakses, di antaranya, BSI KUR Super Mikro, BSI KUR Kecil, BSI KUR Mikro, BSI KPR Sejahtera, BSI Usaha Mikro, BSI Griya Harmoni, BSI Card, dan SABI.

Di luar dari tiga kantor cabang pilot tersebut, nasabah Bank BRISyariah, Bank Syariah Mandiri, dan Bank BNI Syariah tetap dapat menikmati produk dan layanan seperti biasa secara optimal di cabang masing-masing atau cabang bank asal dari setiap nasabah. Ini berlaku hingga 31 Oktober 2021.

Sampai akhir Februari 2021, di samping tiga kantor cabang pilot di atas, akan ada tambahan 15 kantor cabang pilot yang sudah terintegrasi. Kantor ini akan siap melayani nasabah dari ketiga Bank Peserta Penggabungan dan akan diinformasikan pada kesempatan berikutnya.

Periode Integrasi secara bertahap akan dilakukan hingga Oktober 2021. Nasabah akan secara bertahap dihubungi untuk melakukan migrasi ke Bank Syariah Indonesia sesuai dengan integrasi secara bertahap pada operasional cabang, layanan, dan produk. Pada 1 November 2021 direncanakan Bank Syariah Indonesia telah terintegrasi secara keseluruhan.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA