Selasa 19 Jan 2021 13:45 WIB

Potensi Devisa, Kemenparekraf Minta Daerah Dukung IP Lokal

Para kreator lokal ini mampu bersaing dengan IP-IP luar negeri berkelas dunia..

Salah satu sudut tempat karya kreator lokal dipamerkan di Hong Kong International Licensing Show (HKILS) 2021.
Foto: Dok. Kem
Salah satu sudut tempat karya kreator lokal dipamerkan di Hong Kong International Licensing Show (HKILS) 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 20 kreator kekayaan intelektual Indonesia atau Intellectual Property (IP) belum lama ini kembali ke Tanah Air setelah mengikuti Hong Kong International Licensing Show (HKILS) 2021 pada tanggal 11-15 Januari. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), sebagai pihak yang memboyong mereka ke kegiatan internasional tersebut, pun puas dengan keikutsertaan perwakilan Indonesia.

Menurut Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf Yuana Rochma Astuti, 20 IP tersebut mendapatkan kesempatan besar di HKILS 2021. Dalam pameran yang diadakan virtual tersebut, para IP dapat berinterkasi dengan calon pembeli kekayaan intektual mereka. 

"Dari 20 ini, 10 di antaranya pernah ikut di kegiatan-kegiatan serupa sebelumnya. Mereka bertemu dengan pembeli berpotensi guna memasarkan karya mereka. Karena tahun ini digelar virtual, tentu kami pikir bawa 20 tak jadi masalah toh kans yang didapat sama tapi dengan biaya lebih murah," kata Yuana kepada republika.co.id, Selasa (19/1).

Ia mengatakan, para kreator lokal ini mampu bersaing dengan IP-IP luar negeri yang punya karya kelas dunia. Menurut dia, keikutsertaan para peserta dari Tanah Air sangat positif bagi ekosistem kekayaan intelektual Indonesia.

Yuana mengatakan, para pelaku kekayaan intelektual di Indonesia harus diajak aktif mengikuti pameran di luar negeri agar mampu memasarkan karya di dunia internasional. Ujungnya, negara akan diuntungkan karena itu menghasilkan devisa.

"Saya sudah bicara dengan asoasiasi kreator kekayaan intelektual dunia dan menurut informasi yang saya dapat, negara kita disarankan untuk lebih mendalami bidang ini karena ini potensi menghasilkannya sangat besar," ujar dia.

Yuana menambahkan, saat ini Kemenparekraf berencana mengikutsertakan lagi para kreator lokal tersebut ke kegiatan serupa di Shanghai, Cina dan Las Vegas, Amerika Serikat. Ia menjelaskan, para peserta baru yang nantinya mendaftar akan diseleksi terlebih dahulu.

Setelah proses seleksi rampung, barulah mereka mendapat pembekalan sebelum bisa memamerkan hasil kekayaan intelektual mereka di mata dunia.

"IP-IP lokal itu terus terang hebat-hebat. Kini tinggal pemerintah saja yang harus membukakan jalan. Kemenparekraf sudah memulai, kami harap ini bisa sampai ke daerah-daerah," kata dia.

Menurut Yuana, gagasan untuk memberikan edukasi kepada daerah mengenai berpotensinya penghasilan dari kekayaan intelektual tengah didengungkan. Ia berharap, para gubernur se-Indonesia dapat membukakan kesempatan kepada para kreator di daerah masing-masing.

"Potensinya sangat besar, saya inginnya segera ada diskusi dengan gubernur-gubernur supaya potensi di daerah masing-masing bisa terserap," ujar Yuana.

Adapun 20 Jenama terpilih dalam program ini adalah Tahilalats, Garudayana, Komik Ga Jelas, Emak Matic, Manguni Squad, Gugug!, Ghosty’s, Mintchan, Si Juki, Bumilangit, Dudu, Kareem & Khaleel, Damn! I Love Indonesia, Maple Haven, Fun Cican, Ghost Parade, Where is My Cat?, Warganet Life, Meng, dan Niion.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement