Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

Airlangga Pernah Positif Covid, Istana Pun tak Tahu

Selasa 19 Jan 2021 11:53 WIB

Red: Andri Saubani

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat mendonorkan plasma darahnya untuk pasien positif Covid-19 di Jakarta, Senin (18/1).

Foto:
Status positif Covid Airlangga diketahui setelah dia jadi pendonor plasma konvalesen.

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla menyebut saat ini jumlah pendonor plasma konvalesen dari penyintas Covid-19 masih kecil dibandingkan kebutuhan pasien Covid dengan gejala berat dan kritis di rumah sakit. JK mengatakan, dari total 7.680 distribusi plasma konvalesen sejak Mei hingga 14 Januari 2021,  artinya baru ada sekitar 40 pendonor tiap hari.

Sementara, tiap hari dari seluruh Indonesia dibutuhkan kurang lebih 200 pendonor plasma konvalesen.

"Yang kita bisa penuhi 40-50 per hari, karena itu dibutuhkan pendonor lima kali lipat lagi, baru kita bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengurangi tingkat kematian," ujar JK dalam acara Pencanangan Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen secara daring, Senin (18/1).

JK menjelaskan, jumlah kebutuhan itu dapat diketahui dari jumlah yang kasus Covid-19 yang masih aktif di Indonesia saat ini. Ia optimistis jumlah pendonor bisa ditingkatkan mengingat  penyintas Covid-19 yang telah sembuh cukup banyak. Meskipun, ada beberapa pendonor plasma konvalesen juga tidak bisa mentranfusi plasma darahnya karena beberapa syarat yang harus dipenuhi.

"Karena hamil tidak bisa, umur tentu, tapi katakanlah 20 persen saja penyintas mendonorkan maka semua kebutuhan dapat dipenuhi dan Insya Allah kematian akan berkurang dari manusia ke manusia," kata Wakil Presiden ke-10 dan 12 itu.

Karena itu, ia berharap penyintas Covid-19 agar menyumbangkan plasma darahnya untuk membantu sesama dan menekan angka kematian karena Covid-19. JK juga memastikan PMI siap mendukung program donor plasma konvalesen dengan mengerahkan unit donor darah (UDD) di daerah, terutama yang mempunyai peralatan untuk mengelola plasma tersebut.

"Kita punya 60 alat tersebar di seluruh Indonesia. dan di beberapa RS besar punya ini. PMI siap bekerja sama dan 31 UDD, kita dari 235, punya peralatan lengkap dan keahlian untuk itu. semua yg menangani itu lulusan akademi perawatan darah dan plasma jadi jangan khawatir," ungkapnya.

photo
Terapi plasma konvalesen, salah satu alternatif pengobatan pasien Covid-19 - (Republika)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA