Thursday, 10 Ramadhan 1442 / 22 April 2021

Thursday, 10 Ramadhan 1442 / 22 April 2021

Ekonomi China Bawa IHSG Menguat Pagi Ini

Selasa 19 Jan 2021 09:22 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya

Karyawan melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ilustrasi

Karyawan melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ilustrasi

Foto: Antara/Reno Esnir
IHSG dibuka menguat ke posisi 6.421,86.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasar saham domestik dibuka di zona positif pada perdagangan Selasa (19/1). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,50 persen atau bertambah 32 poin ke level 6.421,86. Sementara indeks LQ45 naik sebesar 0,65 persen. 

Phillip Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG akan menguat terbatas pada hari ini seiring dengan pergerakan bursa Asia yang dibuka naik. "Indeks saham di Asia dibuka naik didorong oleh ekspektasi kekuatan ekonomi China," tulis Phillip Sekuritas Indonesia, Selasa (19/1). 

Kekuatan ekonomi China ini diyakini akan membantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi dikawsan Asia Pasifik meskipun kebijakan lockdown akibat pandemi mengancam memperpanjang jalannya pemulihan ekonomi di dunia barat. 

Baca Juga

Data yang di rilis pada Senin (18/1) kemarin mengonfirmasi bahwa ekonomi China merupakan salah satu dari sedikit ekonomi di dunia yang mencatatkan pertumbuhan positif di tahun 2020. Bahkan, laju pertumbuhan ekonominya semakin cepat menjelang akhir tahun 2020. 

Menurut riset, fokus perhatian investor akan tertuju pada rapat fit and proper test (confirmation hearing) calon Menterti Keuangan AS, Janet Yellen. Yellen akan mengatakan didepan Komite Finansial Senat bahwa Pemerintah harus mengambil Tindakan yang besar dengan paket stimulus Covid-19 yang akan datang. 

AS memerlukan Investasi besar untuk membangkitkan ekonominya dan mempercepat distribusi vaksin untuk mengendalikan penularan virus Covid-19. Yellen juga akan mempertegas komitmen AS pada nilai tukar mata uang yang berdasarkan mekanisme pasar. AS tidak akan memperlemah nilai tukar mata uang dolar AS hanya untuk memperoleh keunggulan kompetitif semata.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA