Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Donor Plasma Konvalesen, Prosesnya tak Sampai Sejam

Senin 18 Jan 2021 21:46 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Pasien sembuh COVID-19 yang merupakan dokter di Departemen Anastesi FK Universitas Sriwijaya dan RSMH Palembang mendonorkan plasma konvalesen di Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI Palembang, Sumatera Selatan, Senin (18/1/2021). Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla menargetkan sebanyak 5.000 orang pasien sembuh COVID-19 mendonorkan plasma konvalesennya dalam satu bulan untuk menekan angka kematian akibat pandemi.

Pasien sembuh COVID-19 yang merupakan dokter di Departemen Anastesi FK Universitas Sriwijaya dan RSMH Palembang mendonorkan plasma konvalesen di Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI Palembang, Sumatera Selatan, Senin (18/1/2021). Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla menargetkan sebanyak 5.000 orang pasien sembuh COVID-19 mendonorkan plasma konvalesennya dalam satu bulan untuk menekan angka kematian akibat pandemi.

Foto: ANTARA/Nova Wahyudi
Tidak semua penyintas Covid-19 dapat mendonorkan plasma konvalesennya.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang mulai mengambil plasma konvalesen dari para penyintas Covid-19. Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Palembang dr Silvi Dwi Putri, Senin, mengatakan donor plasma konvalesen dari penyintas Covid-19 mengandung antibodi SARS-CoV-2.

"Dengan 1 unit mesin aperesis yang ada, kami dapat mengambil plasma konvalasen dari lima orang pendonor per hari," ujarnya.

Menurut Silvi, tidak semua penyintas Covid-19 dapat mendonorkan plasma konvalesennya. Batas maksimal untuk mendonorkanya hanya tiga bulan dari dinyatakan negatif atau sembuh.

"Lewat dari rentang waktu itu maka antibodi SARS-CoV-2 dianggap sudah lemah," tuturnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA