Selasa 19 Jan 2021 03:02 WIB

Mengintip Area Budidaya Ikan di Lanud Adisutjipto

Lanud Adisutjipto miliki area budidaya ikan seluas 12,3 hektare.

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Indira Rezkisari
Menteri Perikanan dan Kelautan, Sakti Wahyu Trenggono, melihat langsung area budidaya perikanan di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Senin (18/1).
Foto: KKP
Menteri Perikanan dan Kelautan, Sakti Wahyu Trenggono, melihat langsung area budidaya perikanan di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Senin (18/1).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Landasan Udara (Lanud) Adisutjipto ternyata memiliki area budidaya perikanan seluas 12,3 hektare yang tersebar di empat titik. Dalam setahun, hasil panen dari budidaya tersebut diestimasikan dapat mencapai lebih dari 40 ton.

"Ini berawal dari hobi, dari suka (dengan kegiatan budidaya)," ujar Danlanud Adisutjipto, Marsma Muhammad Yani Amirullah, saat bertemu dengan Menteri Perikanan dan Kelautan, Sakti Wahyu Trenggono, di Yogyakarta, Senin (18/1).

Baca Juga

Luasan area perikanan budidaya di Lanud Adisutjipto itu mencapai 12,3 hektare yang tersebar di empat titik. Jumlah tambak di setiap titiknya bervariasi, terdiri dari dua hingga 12 petak budidaya. Komoditas yang dikembangkan di sana berupa ikan-ikan air tawar seperti nila, patin, gurame, bawal, dan koi.

Jumlah area budidaya perikanan itu Yani sebut masih bisa bertambah ke depannya, karena masih ada lahan-lahan yang bisa dimanfaatkan menjadi kolam. Di samping itu, sumber air yang dimiliki juga memadai, yakni dari dua sungai dan satu irigasi yang ada di sekitar Lanud.

"Masih ada lahan yang dalam proses pembuatan. Kemudian di sisi sepanjang sungai masih memungkinkan untuk kegiatan budidaya," jelas dia.

Selain kolam, terdapat dua danau yang masing-masingnya berukuran 200x100 meter persegi. Danau tersebut ia katakan dapat dimanfaatkan menjadi tempat budidaya ikan air tawar. Selama ini, danau itu hanya dipakai untuk kegiatan latihan survival oleh para personel TNI yang bertugas di Lanud Adisutjipto.     

Menanggapi hal tersebut, Trenggono mengapresiasi langkah pihak Lanud Adisutjipto mengembangkan budidaya perikanan. Kegiatan itu dikembangkan dalam rangka program ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia.

Menurut Trenggono, budidaya perikanan merupakan solusi menjaga keberlanjutan ekosistem laut dan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat. Menurut mantan Wakil Menteri Pertahanan itu, banyak turunan usaha yang bisa tumbuh dari perikanan budidaya, seperti usaha pakan dan benih.

"Taglinenya KKP di 2021, kita akan menggerakkan budidaya perikanan. Kita pilih subsektor ini sebagai satu prioritas kerja karena budidaya adalah kelestarian, kebersinambungan untuk generasi berikut," ujar Trenggono.

Sebagai upaya mendorong produktivitas budidaya perikanan di Lanud Adisutjipto, dia memerintahkan jajarannya di Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat. Itu perlu dilakukan dalam rangka mendampingi dan membimbing dan mendampingi para prajurit melakukan praktik budidaya.

Trenggono sendiri telah meninjau langsung kolam-kolam yang ada. Pada kesempatan itu, Trenggono memberi bantuan benih nila sebanyak 5.500 ekor secara simbolis.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement