Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Kemenkes Belum Data Pasien Reinfeksi Covid-19

Selasa 19 Jan 2021 02:29 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Indira Rezkisari

Petugas medis membantu pasien Covid-19 memasuki mobil ambulans. Kemenkes belum memiliki data pasien reinfeksi Covid-19.

Petugas medis membantu pasien Covid-19 memasuki mobil ambulans. Kemenkes belum memiliki data pasien reinfeksi Covid-19.

Foto: Republika/Thoudy Badai
Studi Inggris sebut sepertiga pasien reinfeksi butuh dirawat kembali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penularan Virus Corona SARS-CoV2 (Covid-19) di Tanah Air melonjak usai libur natal dan tahun baru (nataru) kemarin. Kendati demikian, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengaku belum mendapatkan laporan pasien Covid-19 yang mengalami reinfeksi.

"Belum ada datanya, ya," ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kemenkes Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi Republika, Senin (18/1).

Sebelumnya, hampir sepertiga dari pasien Covid-19 yang sempat dirawat di rumah sakit membutuhkan perawatan kembali di rumah sakit. Kondisi ini rata-rata terjadi dalam kurun waktu 140 hari setelah perawatan sebelumnya.

Hal ini terungkap dalam sebuah studi yang melibatkan 47.780 penyintas Covid-19 yang pernah dirawat di rumah sakit Inggris. Berdasarkan studi ini, mereka yang sudah pulih dari Covid-19 diketahui memiliki peningkatan risiko terhadap masalah pernapasan, permasalahan kardiovaskular, dan juga diabetes.

Selain itu, sekitar 29,4 persen dari para penyintas Covid-19 tersebut membutuhkan perawatan kembali di rumah sakit dalam kurun waktu rata-rata 140 hari. Sebanyak satu dari 10 orang atau sekitar 12,3 persen dari pasien yang kembali dirawat mengalami kematian.

Hal ini menunjukkan bahwa tingkat perwatan kembali di rumah sakit 3,5 kali lebih tinggi pada pasien yang pernah terkena Covid-19. Selain itu, studi yang dilakukan oleh Office for National Statistics, University College London and the University of Leicester ini menunjukkan bahwa 7,7 kali lebih tinggi.

Bila dibandingkan dengan populasi umum, orang-orang yang mengalami komlikasi dari Covid-19 cenderung berusia di atas 50 tahun. Kriteria lain yang kerap ditemukan adalah laki-laki, tinggal di area tertinggal, kegemukan, dan mantan perokok.

Tak hanya itu, kelompok ini juga cenderung memiliki masalah kesehatan lain seperti hipertensi, penyakit pernapasan, dan diabetes. Kondisi-kondisi ini turut semakin meningkatkan risiko pasien untuk kembali dirawat di rumah sakit.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA