Senin 18 Jan 2021 17:23 WIB

Tebar Benih di Sleman, Menteri Kelautan Dorong Budidaya Ikan

Kegiatan itu dalam rangka menyinergikan budidaya ikan dan pelestarian lingkungan.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq
Kegiatan tebar benih ikan di Kabupaten Sleman, DIY, oleh Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono.
Foto: Dokumen.
Kegiatan tebar benih ikan di Kabupaten Sleman, DIY, oleh Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, melakukan penebaran benih ikan di Embung Gadingan, Desa Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY. Kegiatan dilakukan dalam rangka menyinergikan budidaya ikan dan pelestarian lingkungan.

Penebaran ribuan benih didampingi langsung Bupati Sleman, Sri Purnomo. Sakti menyebut, penebaran ribuan benih ikan tersebut merupakan sebuah simbol budidaya yang disebut memang akan terus digalakkan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Ini simbol dari pada budidaya yang menjadi tagline Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2021 kita mulai menggerakan," kata Sakti, Senin (18/1).

Ia berpendapat, budidaya merupakan bagian dari pelestarian yang diharapkan dilanjutkan generasi berikutnya. Karenanya, baik di laut maupun di darat, ia menekankan, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menggerakkan budidaya.

Sakti turut mengapresiasi Kabupaten Sleman terkait budidaya ikan yang selalu mengalami surplus. Kendati demikian, ia berharap, tingginya budidaya ikan konsumsi diiringi berkembangnya jenis-jenis pakan yang diproduksi daerah.

Sementara itu, Sri Purnomo menuturkan, Pemkab Sleman melakukan budidaya ikan dengan menebar benih ikan sebanyak dua ton setiap tahunnya. Ia menilai, itu selaras dengan semangat yang diusung Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Menurut Sri, pelestarian akan berjalan dengan catatan harus melarang penyetruman ikan atau pemakaian obat-obatan berbahaya dalam menangkap ikan. Sebab, ia mengingatkan, itu dapat mematikan ekosistem yang ada di perairan. "Jadi, memancing itu boleh, tapi tidak menggunakan penyetrum atau obat-obatan," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement