Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Evaluasi Ganjar Soal Vaksinasi

Senin 18 Jan 2021 17:18 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yudha Manggala P Putra

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam sebuah kesempatan memimpin rapat penanganan Covid-19 di kantor Gubernuran, di Semarang, Senin (16/11).

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam sebuah kesempatan memimpin rapat penanganan Covid-19 di kantor Gubernuran, di Semarang, Senin (16/11).

Foto: dok. Humas Prov Jateng
Gubernur Jateng mengakui ada beberapa hal yang perlu dievaluasi soal vaksinasi.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Proses pemberian vaksinasi Covid-19 kepada tenaga kesehatan (nakes) di Kota Semarang maupun di dua daerah lain di Jawa Tengah (Kabupaten Semarang dan Kota Surakarta) diklaim dapat berjalan dengan lancar.

Kendati begitu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengakui ada beberapa hal yang mesti dievaluasi, terkait dengan pelaksanaan vaksinasi tahap pertama tersebut.

“Misalnya, terkait dengan proses vaksinasi yang disebutnya masih membutuhkan waktu yang lumayan lama,” ungkapnya, usai melakukan pengecekan proses vaksinasi di sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Semarang, Senin (18/1).

Soal lamanya waktu yang dibutuhkan untuk sampai tahap penyuntikan vaksin, kata gubernur, sebenarnya bisa dipangkas waktunya melalui penyederhanaan dalam hal pengisian administrasinya.

Sejauh pengamatan gubernur dalam pengecekan tersebut, proses pengisian administrasi nakes yang akan menerima vaksin masih cukup memakan waktu.

“Memang saat ini masih dibatasi hanya 45 orang per hari untuk tiap- tiap faskes pelaksana vaksinasi, namun kebijakan terbaru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tiap faskes boleh menambahan 50 orang per hari untuk Puskesmas dan 200 orang per hari untuk rumah sakit,” lanjutnya.

Soal data sasaran vaksinasi, nanti dari daerah dan pusat tinggal menyesuaikan saja datanya. “Maka kalau ada 500.000 data yang segera disampaikan dari pusat ke seluruh daerah, saya minta verifikasinya bisa lebih dipercepat,” tegasnya.

Gubernur juga mengungkap, sistem yang dipakai saat ini dinilai masih terlalu rigid, maka seharusnya ada langkah- langkah yang bias diambil –misalnya-- menyiasati dengan data manual atau cara lainnya yang lebih praktis.

Artinya diterima secara manual terlebih dahulu kemudian baru diinput ke data pusat. “Mungkin tidak dengan excel dulu baru diinput, yang penting datanya kredibel agar prosesnya bisa dipercepat,” katanya.

Selain persoalan administrasi –masih menurut gubernur-- sarana prasarana seluruh faskes tersebut juga masih bisa didorong untuk melakukan percepatan. Sumber daya manusia (SDM)  vaksinator juga sudah ada dan semua telah siap bertugas.

Jika kedua persoalan tersebut dapat diperbaiki, maka target awal vaksinasi tahap pertama untuk nakes tersebut tidak perlu menunggu rampung di akhir bulan Februari 2021 ini. Bahkan awal Februaruari atau paling lambat pertengahan Februari semuanya sudah beres.

Gubernur bahkan mengaku sempat bertanya kepada salah satu dokter di salah satu faskes, apakah mampu jika sehari menyuntikkan vaksin untuk 60 orang dan jawabnya masih oke dan tidak ada persoalan.

Karena vaksinasi ini sebenarnya juga sama dengan imunisasi pada umumnya. “Artinya, sebenarnya tahapan- tahapan dalam proses vaksinasi ini bisa dipercepat lagi agar semua nakes bisa lebih cepat divaksin dan mereka bisa bekerja dengan lebih nyaman dan aman,” tandasnya.

Sebelumnya, gubernur telah melihat langsung pelaksanaan vaksinasi di sejumlah faskes, seperti di Puskesmas Kagok, RSND Undip, Puskesmas Rowosari dan RS Bhakti Wira Tamtama Kota Semarang.

Tak lupa, orang nomor satu di Provinsi Jawa Tengah ini juga memberikan dukungan moril serta memberikan semangat kepada para nakes yang sedang menerima vaksinasi.

Salah satu tenaga kesehatan yang divaksin, dr Andika Gunadharma mengakui sempat mendapatkan dukungan semangat dari gubernur. Menurutnya hal itu sangat berarti dan bisa membuat semangat para nakes kembali meningkat.

Karena vaksinasi ini memang salah satu ikhtiar untuk memberikan perlindungan bagi nakes yang menjadi ujung tombak penanganan pasien Covid-19. “Sehingga, semangat semua nakes semakin bertambah untuk membantu dan menolong masyarakat melawan Covid-19,” ungkapnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA