Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Jakarta Keluar 10 Besar Kota Termacet, DPRD: Ada Kaitan PSBB

Senin 18 Jan 2021 15:49 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Agus Yulianto

Sejumlah kendaraan terjebak macet saat jam berangkat kerja di kawasan Mampang Prapatan.

Sejumlah kendaraan terjebak macet saat jam berangkat kerja di kawasan Mampang Prapatan.

Foto: Republika/Thoudy Badai
Pemprov DKI arus mulai memperbaiki infrastruktur dan suprastruktur transportasi umum.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Provinsi DKI Jakarta berhasil keluar dari 10 besar kota termacet di dunia versi TomTom Traffic Index dengan menempati posisi ke-31 pada tahun 2020. Menurut Ketua Komis B DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz, penyebab turunnya tingkat kemacetan di Ibu Kota karena menerapkan PSBB selama pandemi Covid-19.

Aziz mengakui, adanya penurunan kemacetan yang signifikan. Namun, dia menilai, hal ini terjadi karena penerapan PSBB yang membatasi kegiatan masyarakat di luar rumah sehingga berdampak pada menurunnya kepadatan lalu lintas di Ibu Kota.

"Saya pikir ini sedikit banyak ada kaitannya dengan PSBB yang diterapkan oleh pemda, sehingga kantor-kantor hanya dihadiri oleh 50 persen karyawan yang notabene pengguna kendaraan," kata Abdul saat dihubungi Republika, Senin (18/1).

Abdul pun mengatakan, prestasi yang sudah dicapai saat ini menjadi suatu tantangan bagi Pemprov DKI Jakarta untuk menyelesaikan persoalan kemacetan. Khususnya saat pandemi Covid-19 sudah selesai atau terkendali.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA