Wednesday, 9 Ramadhan 1442 / 21 April 2021

Wednesday, 9 Ramadhan 1442 / 21 April 2021

Negara Bagian AS Bersiap Hadapi Massa Pendukung Trump

Senin 18 Jan 2021 15:16 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih

 Presiden AS Donald J. Trump menyampaikan sambutan kepada para pendukung yang berkumpul untuk memprotes sertifikasi yang akan datang dari Kongres tentang Joe Biden sebagai presiden berikutnya di Ellipse di Washington, DC, AS, 06 Januari 2021. Berbagai kelompok pendukung Trump berkumpul untuk memprotes saat Kongres mempersiapkan untuk memenuhi dan mensertifikasi hasil pemilihan Presiden AS 2020.

Presiden AS Donald J. Trump menyampaikan sambutan kepada para pendukung yang berkumpul untuk memprotes sertifikasi yang akan datang dari Kongres tentang Joe Biden sebagai presiden berikutnya di Ellipse di Washington, DC, AS, 06 Januari 2021. Berbagai kelompok pendukung Trump berkumpul untuk memprotes saat Kongres mempersiapkan untuk memenuhi dan mensertifikasi hasil pemilihan Presiden AS 2020.

Foto: EPA-EFE/SHAWN THEW
Lebih dari selusin negara bagian mengaktifkan Garda Nasional amankan gedung Kongres

REPUBLIKA.CO.ID, HARRISBURG -- Jumlah petugas keamanan melebihi jumlah pengunjuk rasa yang berkumpul di depan Gedung Kongres Negara Bagian Pennsylvania. Hanya segelintir pendukung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang turun ke jalan, sekelompok orang yang percaya klaim pemilihan presiden 2020 diwarnai kecurangan.

Lebih dari satu lusin negara bagian mengaktifkan Garda Nasional untuk membantu mengamankan Gedung Kongres mereka. Langkah ini diambil usai pendukung Trump menyerbu dan mengepung Capitol Hill, Washington pada 6 Januari lalu.

FBI memperingatkan jelang pelantikan Presiden terpilih AS Joe Biden ada kemungkinan pengunjuk rasa bersenjata turun ke jalan di 50 negara bagian di Amerika. Petugas keamanan bersiap menghadapi unjuk rasa gerakan anti pemerintah 'boogaloo' yang telah direncanakan beberapa pekan yang lalu.

Namun Ahad (17/1) sore kemarin hanya sekelompok kecil pengunjuk rasa yang turun ke jalan. Jumlah petugas keamanan dan awak media lebih banyak daripada para demonstran.

"Hari ini tidak ada kekerasan dan kami senang dengan hal itu," kata juru bicara lembaga yang melindungi Gedung Kongres Negara Bagian Pennsylvania, Department of General Services, Troy Thompson.

Petugas pun membuka jalanan yang sebelumnya ditutup untuk mengantisipasi pengunjuk rasa yang lebih banyak. Hanya sedikit pendukung Trump yang muncul, salah satunya Alex seorang tukang cat berusia 34 tahun.

Laki-laki asal Hershey, Pennsylvania itu menolak menyebutkan nama belakangnya. Ia mengaku ikut berunjuk rasa pada 6 Januari lalu tapi tidak masuk ke Capitol Hill. Mengenakan hoodie yang disablon dengan tulisan 'Fraud 2020', Alex mengatakan ia yakin Trump dicurangi dalam pemilihan presiden bulan November lalu.

Alex mengatakan ia ikut berunjuk rasa karena ingin menunjukkan dukungannya pada Trump. Alex mengakui tidak banyak pendukung Trump yang berunjuk rasa di depan Gedung Kongres Pennsylvania. "Tidak ada yang terjadi," katanya.

Unjuk rasa serupa terjadi di depan Negara Bagian Michigan. Sekitar satu lusin pengunjuk rasa bersenjata berkumpul di depan Gedung Kongres Michigan di Lansing. Seorang laki-laki memakai celana panjang, rompi taktis, dan kaus Hawaii, pakaian khas gerakan anti-pemerintah boogaloo.

"Di sini saya tidak datang untuk melakukan kekerasan dan saya harap tidak ada yang muncul untuk melakukan kekerasan," kata seorang laki-laki yang berdiri di depan halaman Gedung Kongres Michigan.

Laki-laki yang menolak menyebutkan namanya itu memakai topi 'Make America Great Again' dan mengibarkan bendera 'jangan injak saya'. Menjelang sore halaman Gedung Kongres Michigan sudah kosong.

Keamanan negara bagian di seluruh AS diperketat usai penyerbuan ke Capitol Hill. Sebagian orang di massa yang berisi pendukung Trump dan ekstremis sayap kanan itu menyerukan kematian Wakil Presiden Mike Pence karena ia meresmikan kemenangan Presiden terpilih Joe Biden.

FBI dan badan keamanan federal lainnya memperingatkan potensi kekerasan menjelang pelantikan Biden pada Rabu (20/1) mendatang. Ekstremis sayap kanan dan supremasi kulit putih mengeksploitasi rasa frustrasi pendukung Trump yang percaya pada klaim presiden mengenai kecurangan pemilihan presiden November lalu.

Puluhan ribu personel Garda Nasional dan lembaga penegak hukum lainnya sudah dikerahkan ke Washington D.C. Mereka diterjunkan untuk meningkatkan keamanan menjelang pelantikan Biden.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA