Senin 18 Jan 2021 14:27 WIB

BUMN Dorong UMKM Tembus Pasar Global

Himbara juga telah mengajukan plafon KUR lebih besar pada tahun ini yakni Rp 253 T.

Rep: M Nursyamsi/ Red: Friska Yolandha
Pengunjung memilih pakaian saat Bali UMKM Expo 2020, di Denpasar, Bali, Jumat (18/12). Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan Kementerian BUMN dan BUMN ingin membantu UMKM naik kelas dengan mampu menembus pasar global.
Foto: ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo
Pengunjung memilih pakaian saat Bali UMKM Expo 2020, di Denpasar, Bali, Jumat (18/12). Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan Kementerian BUMN dan BUMN ingin membantu UMKM naik kelas dengan mampu menembus pasar global.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan Kementerian BUMN dan BUMN ingin membantu UMKM naik kelas dengan mampu menembus pasar global. Kartika menyampaikan BUMN memberikan sejumlah pelatihan dan pendampingan kepada UMKM agar mampu memiliki produk usaha yang berkualitas dan dapat diterima di pasar global.

"Diharapkan dari tahun ke tahun, makin banyak UMKM memiliki kualitas standar untuk masuk pasar internasional di berbagai produk kuliner, fashion, hingga furniture," ujar Kartika dalam webinar bertajuk 'Kebangkitan UMKM untuk Mendorong Perekonomian Nasional' di Jakarta, Senin (18/1).

Baca Juga

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kartika mengatakan BUMN juga menyediakan akses pembiayaan bagi UMKM melalui penyaluran kredit KUR Himbara. Kata Kartika, realisasi KUR pada 2020 sudah mencapai Rp 186,6 triliun atau lebih tinggi dari target yang diharapkan yang sebesar Rp 188,11 triliun untuk 5,8 juta debitur.

Kartika menyampaikan Himbara juga telah mengajukan plafon KUR lebih besar pada tahun ini yakni sebesar Rp 253 triliun. Kartika berharap peningkatan alokasi KUR mampu mendorong penetrasi KUR semakin menjangkau masyarakat yang memungkinkan UMKM seluruh Indonesia memiliki akses pinjaman murah dengan struktur subsidi pemerintah.

Khusus masa pandemi, ucap Kartika, BUMN juga terus fokus ke restrukturisasi kredit para pelaku UMKM terdampak pandemi sebanyak 2,9 juta UMKM yang mendapat restrukturisasi dengan spending Rp 189 triliun serta subdisi bunga kepada 6,5 juta rekening KUR dan non-KUR.

"Dalam pandemi covid kita terus berikan dorongan dan keringanan ke pengusaha UMKM, jadi kemampuan mereka ajukan usaha dan keringanan bayar kewajiban keuangan kita kurangi. Diharapkan pascapandemi bisa bertahan dan bertumbuh lagi," kata Kartika menambahkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement