Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

IPI Siap Bergerak Pulihkan Pariwisata Nasional

Senin 18 Jan 2021 11:25 WIB

Red: Irwan Kelana

 Suasana pengukuhan Pengurus DPP Insan Pariwisata Indonesia (IPI)  periode 2020-2025 di Mataram, Sabtu (16/1).

Suasana pengukuhan Pengurus DPP Insan Pariwisata Indonesia (IPI) periode 2020-2025 di Mataram, Sabtu (16/1).

Foto: Dok IPI
Ada harapan baru kebangkitan pariwisata nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Insan Pariwisata Indonesia (IPI) mengapresiasi langkah dan kebijakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno yang sedang berusaha mempercepat pemulihan pariwisata Indonesia yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Organisasi yang beranggotakan para pelaku industri pariwisata dan usaha mikro keci menengah (UMKM) ini siap menjadi motor untuk membangkitkan industri pariwisata nasional. “IPI harus menjadi bagian terdepan dalam pemulihan industri pariwisata dengan melakukan inovasi baru, pendekatan baru dan protokol CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety and Environmental Sustainability ),” ungkap Pembina Insan Pariwisata Indonesia (IPI), Guntur Subagja Mahardika.

Ia mengemukakan hal tersebut pada acara Pengukuhan Pengurus DPP IPI Periode 2020-2025 yang dipimpin Ketua Umum I Gede Susila Wisnawa, di Hotel Bidari, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (16/1).

Guntur Subagja mengatakan, ada harapan baru kebangkitan pariwisata pasca reshufle kabinet dengan dipilihnya Sandiaga Uno sebagai menparekraf. “Kami mengapresiasi Pak Menteri Sandiaga Uno yang bergerak cepat untuk memetakan permasalahan dan berupaya mencari solusinya agar industri pariwisata kembali hidup dan menjadi lokomotif perekonomian nasional,”tutur Guntur dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

Ia menegaskan, sektor pariwisata adalah industri yang melibatkan berbagai sektor kegiatan ekonomi. “Selain pelaku industri pariwisata itu sendiri, juga melibatkan ekonomi kreatif, UMKM, pertanian dan perikanan, transportasi, dan sektor-sektor lainnya,” ujarnya.

Guntur mengajak anggota IPI untuk mampu mencipatakan lapangan kerja yang besar. “Saat ini ada 64 juta UMKM yang menyerap lapangan kerja sekitar 107 juta orang. Namun sebagian besar UMKM  itu  terdampak pandemi.   Akibatnya, banyak karyawan  mengakami pemutusan hubungan kerja (PHK) atau  dirumahkan.  Bahkan tidak sedikit  UMKM yang  usahanya tutup. IPI bersama-sama sektor lainnya harus memulai membangkitkan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja,” paparnya.

Salah satunya,  kata dia,  IPI dapat mengembangkan wisata desa. “Bapak Wakil Presiden memiliki program Dewa Dewi, yaitu Desa Wisata Agro dan Desa Wisata Industri. Sektor ini dapat menghidupkan ekonomi desa dan melahirkan lapangan kerja bagi  warga setempat dan menghidupkan UMKM,”kata Guntur Subagja yang juga asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI.

Ketua Umum IPI I Gede Susila Wisnawa menjelaskan IPI merupakan suatu wadah bagi para pelaku pariwisata untuk saling membantu promosi, bertukar informasi, menggali dan mempopulerkan potensi kearifan budaya lokal agar lebih popular di Indonesia khususnya dan internasional pada umumnya. Hal itu  dalam rangka membantu program pemerintah dalam bidang pariwisata, dengan tetap berlandaskan pada aturan UUD 1954.

IPI adalah organisasi nasional uang dikukuhkan dan didirikan di Sidoarjo, Jawa Timur pada hari Selasa tanggal 07 April 2015 dan disahkan melalui SK Kemenkumham RI Nomor AHU AHU- 0001281.AH.01.08.Tahun 2020. “IPI adalah organisasi sosial profesi bidang kepariwisataan yang baru berdiri empat tahun,  tapi kami siap berkontribusi untuk pembangunan bangsa dan negara, khususnya industri pariwisata nasinal,”kata Gede.

Ia mengungkapkan, anggota Insan Pariwisata Indonesia adalah individu dan mitra usaha yang bergerak di bidang usaha pariwisata dan UMKM. “Kini IPI memiliki kepengurusan daerah di 10 provinsi dan tahun ini akan bertambah menuju kepengurusan di semua provinsi Indonesia,” tutur Gede.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA