Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Rekor! Kasus Covid-19 di Kota Bekasi Tambah 288 per Hari

Senin 18 Jan 2021 09:29 WIB

Rep: Uji Sukma Medianti/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Petugas merapikan tempat tidur untuk pasien COVID-19 berstatus OTG (Orang Tanpa Gejala), di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (15/1/2021). Pemerintah Kota Bekasi menambah dua ruang isolasi dengan 50 tempat tidur untuk mengantisipasi peningkatan kasus COVID-19.

Petugas merapikan tempat tidur untuk pasien COVID-19 berstatus OTG (Orang Tanpa Gejala), di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (15/1/2021). Pemerintah Kota Bekasi menambah dua ruang isolasi dengan 50 tempat tidur untuk mengantisipasi peningkatan kasus COVID-19.

Foto: ANTARA/Fakhri Hermansyah
Kasus baru Covid-19 di Bekasi jauh hampir tiga kali lipat angka sembuh

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI — Angka kasus Covid-19 di Kota Bekasi tembus 19.005 kasus pada Senin, (18/1). Angka tersebut merupakan angka kumulatif sejak kasus Covid-19 muncul pertama kali di kota patriot.

Ada tambahan 288 kasus baru yang terjadi di Kota Bekasi. Angka kasus baru sangat jauh dari jumlah pasien yang dinyatakan sembuh yakni sebanyak 88 pasien.

Berdasarkan data resmi yang dirilis Pemerintah Kota Bekasi, saat ini kasus Covid-19 yang aktif ada 1.444 kasus atau bertambah 200 kasus baru. Sedangkan, angka kematian mencapai 327 orang.

Jumlah peningkatan kasus yang tinggi terlihat sejak November 2020. Angka itu terus mengalami tren kenaikan, bahkan setelah diberlakukannya Penerapan Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak 11 Januari 2021 lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati, mengatakan, penerapan pembatasan kegiatan harus diimbangi dengan pemahaman masyarakat hingga ke lapisan terbawah.

“Makanya mari kita sama-sama menginformasikannya. Kan membatasi kegiatan di masyarakat, jadi jangan sampai ada kegiatan-kegiatan seperti contohnya pernikahan, pertemuan, di pasar juga harus ada penataan yang mengacu pada protokol kesehatan,” tuturnya, Jumat (15/1) kemarin.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA