Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

WSJ: Janet Yellen Sebut AS tidak Ingin Dolar Lebih Lemah

Senin 18 Jan 2021 07:26 WIB

Red: Nidia Zuraya

Janet Yellen

Janet Yellen

Foto: VOA
Calon Menkeu AS Janet Yellen akan memberikan pernyataan di hadapan senat.

REPUBLIKA.CO.ID, WILMINGTON -- Janet Yellen, pilihan Presiden terpilih Joe Biden untuk memimpin Kementerian Keuangan AS, diperkirakan akan menegaskan komitmen Amerika Serikat terhadap nilai tukar mata uang asing yang ditentukan pasar. Penegasan tersebut kemungkinan akan disampaikan Yellen ketika dia memberikan pernyataan di Capitol Hill pada Selasa (19/1) besok.

"Calon Menteri Keuangan AS ini pada sidang pengesahan Senat akan menjelaskan bahwa Amerika Serikat tidak mencari dolar yang lebih lemah," Wall Street Journal melaporkan mengutip pejabat transisi Biden yang mengetahui persiapannya untuk sesi tersebut pada Ahad (17/1).

“Nilai dolar AS dan mata uang lainnya harus ditentukan oleh pasar. Pasar menyesuaikan untuk mencerminkan variasi dalam kinerja ekonomi dan umumnya memfasilitasi penyesuaian dalam ekonomi global," Yellen akan mengatakan, jika ditanya tentang kebijakan mata uang yang akan ditempuh pemerintahan Biden, menurut laporan itu.

Baca Juga

“Amerika Serikat tidak mencari mata uang yang lebih lemah untuk mendapatkan keunggulan kompetitif,” dia siap untuk mengatakannya, menurut WSJ. “Kita harus menentang upaya-upaya negara lain untuk melakukannya.”

Yellen, yang menjabat sebagai ketua Federal Reserve AS dari 2014 hingga 2018, diperkirakan akan memperoleh pengesahan di Senat dan kemungkinan akan menjadi salah satu pemilihan kabinet Biden pertama yang akan disahkan.

Kembalinya ke posisi tradisional terhadap dolar AS telah diperkirakan dalam pemerintahan baru.Seorang pejabat tim transisi Biden tidak menanggapi permintaan komentar tentang kesaksian Yellen.

sumber : Antara/Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA