Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Inggris Pertimbangkan Pelonggaran Lockdown pada Maret

Ahad 17 Jan 2021 20:34 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nidia Zuraya

Sejumlah warga berjalan membawa tas usai berbelanja di department store Selfridges, London, Senin, (15/6). Setelah tiga bulan ditutup karena lockdown akibat wabah virus Corona, toko-toko yang menjual pakaian, mainan, dan barang-barang lainnya diizinkan untuk dibuka kembali di Inggris untuk pertama kali sejak negara itu memberlakukan lockdown pada bulan Maret

Sejumlah warga berjalan membawa tas usai berbelanja di department store Selfridges, London, Senin, (15/6). Setelah tiga bulan ditutup karena lockdown akibat wabah virus Corona, toko-toko yang menjual pakaian, mainan, dan barang-barang lainnya diizinkan untuk dibuka kembali di Inggris untuk pertama kali sejak negara itu memberlakukan lockdown pada bulan Maret

Foto: AP/Matt Dunham
Inggris telah melakukan penguncian nasional sejak 5 Januari 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab, menyatakan, pemerintah mempertimbangkan pelonggaran penguncian (lockdwon) pada Maret, Ahad (17/1). Saat ini, pemerintah pun berharap dapat memenuhi target dalam melakukan vaksin Covid-19.

"Pada awal musim semi, semoga pada Maret, kami akan berada dalam posisi untuk membuat keputusan itu," kata Raab kepada televisi Sky News menyatakan keinginan pemerintah untuk segera melonggarkan penguncian.

Negara yang memiliki angka kematian Covid-19 tertinggi di Eropa ini telah melakukan penguncian nasional sejak 5 Januari. Sekolah ditutup untuk sebagian besar siswa, bisnis yang tidak penting ditutup untuk umum, dan orang-orang diperintahkan untuk bekerja dari rumah jika memungkinkan.

Baca Juga

"Saya pikir itu benar untuk mengatakan kita tidak akan melakukan semuanya dalam satu ledakan besar. Saat kami menghentikan penguncian nasional secara bertahap, saya pikir kami akan menyelesaikan secara bertahap melalui pendekatan berjenjang," kata Rabb.

 

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA