Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Kisah Pilu Tingginya Kematian Muslim Inggris Sebab Covid-19

Ahad 17 Jan 2021 19:47 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Nashih Nashrullah

Angka kematian Muslim Inggris akibat Covid-19 sangat tinggi. Ilustrasi pejalan kaki berjalan di jembatan Millennium di London, Inggris, 05 Januari 2021.

Angka kematian Muslim Inggris akibat Covid-19 sangat tinggi. Ilustrasi pejalan kaki berjalan di jembatan Millennium di London, Inggris, 05 Januari 2021.

Foto: EPA-EFE/FACUNDO ARRIZABALAGA
Angka kematian Muslim Inggris akibat Covid-19 sangat tinggi

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Seorang direktur pengelola pemakaman di London menyebut profesinya kini 'sedang terancam', terlebih selama gelombang kedua pandemi Covid-19. Lebih dari 85 persen pengerjaan pemakaman merupakan kasus Covid-19.

Sebuah media lokal setempat, ITV News, melaporkan telah terjadi kenaikan sepuluh kali lipat, dengan pemakaman tiap hari menjadi 20 kali, di salah satu pemakaman Muslim utama di London. Pengelola pemakaman tersebut, Hasina Zaman, lantas menunjukkan sebuah ruang penyimpanan yang penuh dengan 30 peti mati.

Baca Juga

Biasanya, dibutuhkan waktu lebih dari dua bulan untuk menggunakan semua peti mati yang tersedia. Namun kini, peti mati yang ada habis dalam dua pekan.

Hal ini disebut menunjukkan kenyataan suram yang menimpa keluarga dan bisnis pemakaman. Tingkat trauma mendalam akibat Covid-19 juga mengalami peningkatan bagi mereka yang bekerja di area tersebut.

"Kami seperti berada di pusat mata badai. Dan badai ini akan tetap ada di sini selama dua minggu ke depan, bahkan mungkin bulan depan. Kami harus berada di sini untuk menjaga setiap makam," kata dia dilansir di ITV, Ahad (17/1).

ITV lantas mengetahui fakta bahwa di satu pemakaman Muslim, beberapa keluarga telah menguburkan lebih dari satu anggota keluarganya. Mahir Rahman, berada di pemakaman Epsom saat keluarganya menguburkan sang nenek.

Kepada ITV, dia menyebut orang-orang tidak akan memahami bahaya pandemi ini sampai virus tersebut mengenai salah satu keluarga mereka. "Sekarang, ini adalah pembuka mata terbesar yang pernah saya miliki dalam hidup saya. Kejadian ini membuat saya mengerti seberapa besar risiko kita semua," kata dia.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA