Saturday, 28 Sya'ban 1442 / 10 April 2021

Saturday, 28 Sya'ban 1442 / 10 April 2021

Update Gempa Sulbar, BNPB: 73 Meninggal, 27.850 Mengungsi

Ahad 17 Jan 2021 17:50 WIB

Rep: Bambang Noroyono, Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Nidia Zuraya

 Anggota Pencarian dan Penyelamat Indonesia (BASARNAS) membawa peralatan mereka saat mereka mencari korban di sebuah bangunan roboh yang rusak akibat gempa berkekuatan 6,2 di Mamuju, Sulawesi Barat, Indonesia, 16 Januari 2021. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga hari ini, Ahad (17/1/2021), jumlah korban meninggal akibat gempa bumi 6,2 SR di Sulawesi Barat (Sulbar) mencapai 73 orang

Anggota Pencarian dan Penyelamat Indonesia (BASARNAS) membawa peralatan mereka saat mereka mencari korban di sebuah bangunan roboh yang rusak akibat gempa berkekuatan 6,2 di Mamuju, Sulawesi Barat, Indonesia, 16 Januari 2021. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga hari ini, Ahad (17/1/2021), jumlah korban meninggal akibat gempa bumi 6,2 SR di Sulawesi Barat (Sulbar) mencapai 73 orang

Foto: EPA-EFE/OPAN BUSTAN
Korban gempa Sulbar yang selamat mengungsi di 30 titik di 10 desa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga hari ini, Ahad (17/1), jumlah korban meninggal akibat gempa bumi 6,2 SR di Sulawesi Barat (Sulbar) mencapai 73 orang. Sementara korban luka-luka sebanyak 826 orang. 

Sementara untuk jumlah pengungsi, BNPB mencatat sampai saat ini telah ada 27.850 orang yang mengungsi akibat gempa.

Kepala Pusat Data dan Informasi Bencana BNPB Raditya Jati menjelaskan, korban meninggal dunia terbanyak masih berada di Kabupaten Mamuju, dengan 64 orang. “Dan sembilan (korban meninggal dunia) di Kabupaten Majena,” kata dia dalam rilis resmi BNPB yang diterima wartawan di Jakarta, Ahad (17/1). 

Baca Juga

Adapun data korban luka-luka, terbanyak berada di Majene. Jumlahnya mencapai 554 orang, dengan rincian 64 orang luka berat, dan 215 luka sedang, serta 275 luka ringan. Di Mamuju, korban luka-luka ada sebanyak 189 orang dengan klasifikasi berat dan mengharuskan perawatan inap. 

Jati mengatakan penanganan para korban di Mamuju, sampai hari ini terus dilakukan. Sejumlah Rumah Sakit (RS) membuat pelayanan kedaruratan. 

“Tiga rumah sakit yang saat ini aktif di Kabupaten Mamuju, ada RS Bhayangkara, RS Regional Sulawesi Barat, dan RSUD Kabupaten Mamuju,” terang Jati menambahkan. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA