Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

BMH-SAR Hidayatullah Dirikan Posko dan Dapur Umum di Malunda

Ahad 17 Jan 2021 16:53 WIB

Red: Irwan Kelana

Relawan BMH bersama SAR Hidayatullah dan ITS Peduli Bencana mendirikan posko bencana dan dapur umum  di Dusun Malatewa, Desa Mekkata Selatan, Kecamatan Malunda, Majene, Sulawesi Barat.

Relawan BMH bersama SAR Hidayatullah dan ITS Peduli Bencana mendirikan posko bencana dan dapur umum di Dusun Malatewa, Desa Mekkata Selatan, Kecamatan Malunda, Majene, Sulawesi Barat.

Foto: Dok BMH
Hari ini, mereka melayani sebanyak 42 KK pengungsi.

REPUBLIKA.CO.ID, MAJENE -- Laznas BMH bersama SAR Hidayatullah telah tiba di satu titik musibah yang menjadi pusat gempa bumi Majene,  tepatnnya di Dusun Malatewa, Desa Mekkata Selatan, Kecamatan Malunda, Majene, Sulawesi Barat.

"Alhamdulillah hari ini, Ahad (17/1), Tim BMH dan SAR Hidayatullah  telah mendirikan posko bencana bersama ITS Peduli Bencana. Selain itu jug, kami juga  mendirikan dapur umum untuk warga di Dusun Malatewa ini," terang Koordinator Lapangan BMH Peduli Bencana, Syamsuddin melalui rilis, Ahad  (17/1).

Ia menyebutkan, sebanyak 42 KK (kepala keluarga) bersama anak-anak dan remaja hari ini telah mendapatkan bantuan susu formula, minyak kayu putih, minyak but-but, madu, obat-obatan dan suplemen lainnya.

photo
Relawan BMH menyerahkan bantuan kepada para pengungsi gempa Majene di tenda pengungsian yang tersebar di Dusun Malatewa, Desa Mekkata.  (Foto: Dok BMH)
Posisi warga mengungsi di ketinggian. Karena mereka trauma dan takut terjadi gempa susulan yang berpotensi tsunami.

"Setiap tenda diisi beberapa keluarga. Ada yang 10 KK,  ada yang 5 KK. Dalam pengungsian ini ada lima  titik dan tersebar di titik-titik yang lumayan berjauhan," jelas Syamsuddin.

Isi tenda-tenda pengungsian terdiri dari anak-anak, bayi, dan orangtua.  Juga,  warga yang sakit, baik sakit sebelum gempa maupun yang terkena reruntuhan bangunan.

Di antaranya Hafidz (50 tahun) tertimpa runtuhan rumah saat gempa terjadi. Sampai saat ini belum mendapatkan pelayanan medis.

"Saat kejadian, warga mengevakuasi Hafidz dengan menggunakan sarung secara bergantian hingga akhirnya sampai di atas gunung ini. Kondisinya lemas dan sangat butuh sentuhan medis dengan segera," kata Syamsuddin.

Dengan adanya posko dan dapur umum ini, diharapkan warga yang kini mengungsi dapat terlayani dengan baik. “Bahkan tidak saja di Dusun Malatewa saja, tetapi juga di beberapa desa di Kecamatan Malunda,” ujar Syamsuddin.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA